Laporan: Dharmawan
Bogorpolitan. Dramaga ||
SMAN 1 Dramaga menggelar peringatan Isra Mi’raj di lapangan sekolah pada Jumat (14/2). Acara ini diawali dengan Sholat Dhuha bersama dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 10 hingga 12, serta dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah dan para guru.
Mengusung tema “Globalisasi dan Tantangan Terhadap Generasi Muda Muslim”, peringatan ini bertujuan untuk mengingat kembali perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah sholat serta bagaimana nilai-nilai sholat dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhammad Abdul Hadi, menegaskan bahwa peringatan Hari Besar Islam merupakan bagian dari visi dan misi sekolah, yaitu “Religion and Knowledge Is Power”.
Ia menekankan bahwa nilai keagamaan dan pengetahuan adalah kekuatan utama bagi siswa.
“Acara ini luar biasa karena menggabungkan aspek keilmuan dan keagamaan. Sholat bukan sekadar ritual, tetapi juga mencerminkan hubungan kita dengan Allah (Habluminallah) serta hubungan antar sesama manusia (Habluminannas). Bagaimana kita berinteraksi dengan guru, orang tua, dan teman, itu juga bagian dari implementasi sholat,” ujar Abdul Hadi.
Acara ini diselenggarakan oleh OSIS bidang Rohis dan sepenuhnya dikelola oleh siswa. Mulai dari MC, grup hadroh, marawis, hingga penampilan solo Islami oleh Rizkia Islami Sera, siswi berprestasi yang pernah menjuarai kompetisi nasional dan mendapat penghargaan di Jepang dalam bidang seni suara.

Sebagai bentuk toleransi, siswa non-Muslim melaksanakan kegiatan keagamaan di perpustakaan dengan membaca Alkitab.
Selain itu, seluruh siswa diberikan tugas oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk merangkum isi ceramah dan kegiatan Isra Mi’raj melalui Google Form.
Bagi siswa yang berhalangan hadir, sekolah menyediakan siaran langsung acara ini agar mereka tetap bisa mengikuti rangkaian kegiatan secara virtual dan menyelesaikan tugas yang sama melalui Google Form.
Sementara Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Baitul Harahap, mengungkapkan bahwa SMAN 1 Dramaga secara rutin mengadakan tiga peringatan Hari Besar Islam, yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW, Muharram, dan Isra Mi’raj.
“Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga bertujuan untuk membentuk karakter siswa. Selain kegiatan keagamaan, sekolah juga memiliki program pembiasaan seperti Sholat Dhuha, Sholat Jumat, olahraga bersama, Pramuka, dan sesi perwalian dengan wali kelas untuk memberikan motivasi kepada siswa,” ujarnya.
Acara ditutup dengan tausiyah dari KH. Dadan Syaifullah yang membawakan tema “Mahabbah” atau cinta kepada Rasulullah SAW. Ia menekankan bahwa mencintai Nabi Muhammad SAW adalah bagian dari kesempurnaan iman seorang Muslim.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meneladani Rasulullah SAW, di antaranya:
Taat pada syariat Islam. Mengikuti sunnah Rasulullah. Memperbanyak membaca shalawat. Mengenang kisah hidup dan keteladanan Nabi.
Menjauhi larangannya serta meneladani para sahabat dan ulama.
Dengan peringatan Isra Mi’raj ini, diharapkan para siswa dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan mereka, serta menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.***





