Laporan : Eka rufa ||
Cianjur – BogorPolitan.com,
Massa pengunjuk rasa, Aliansi Masyrakat Cianjur Mengugat (AMCM) mendesak Bupati Cianjur mundur hal itu dikarenakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kompak akan 9 point tuntutan korban bencana, Cianjur (08/02/2023).
Aktivis, Galih Wicakswara mengatakan, menilai bupati Cianjur Herman Suherman gagal menangani persoalan penanggulan bencana gempa bumi
“kami menilai bupati gagal dalam menangani soal penangulangan gempa bumi ,maka kami mendesak bupati mundur,”ungkap pengunjuk rasa.
Sementara 50 anggota dewan perwakilan rakyat daerah DPRD Cianjur kompak menandangani 9 point tuntutan masyrakat korban bencana
Penadatangan tersebut dilakukan oleh pimpinan dan masing-masing ketua fraksi, Selasa (07/02/2023).
Direktur Politik social and local Government studi (poslogis) Asep Toha dewan harus merelisasikan apa yang mereka nyatakan kesangupannya.
“Masyrakat tidak akan berhenti sampai ke pendatangan ,Karna itu sebagai langkah awal saja, “ungkap Asep.
Atas hal itu Asto dan teman-teman membentuk tim khusus untuk memantau point point yang disampaikan, kita akan pantau point perpoint yang kita sampai kan dan sudah menyatakan kesiapan nya
“Kemudian bagaimana mereka merelasaikanya kesiapan meminta untuk bupati membuka anggaran terutama anggaran yang dikelola oleh pemerintah daerah,” imbuh nya






