Ribuan Warga Padati Jalanan, “Karnaval Cianjur Fest 2026

0
25 views

Eka Rufa ||

Bogorpolitan.com – Cianjur,

Warga Cianjur tumpah ruah antusias memadati sejumlah ruas jalan untuk menyaksikan langsung Karnaval Budaya dalam rangkaian Cianjur Fest 2026 dan Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-349, Sabtu, (22 /08/2026).

Karnaval berlangsung meriah dengan menampilkan beragam ciri khas Kabupaten Cianjur, mulai dari budaya, kuliner, wisata, religi, hingga sejarah.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan pelaksanaan pawai helaran budaya dalam rangka HJC ke-349, sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut berjalan lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan pawai helaran karnaval dalam rangka Hari Jadi Cianjur ke-349 dan juga HUT RI ke-81. Alhamdulillah berjalan lancar dan masyarakat antusias,” ujar Wahyu kepada wartawan.

Dirinya mengatakan, kemeriahan karnaval tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Banyaknya warga dari luar Cianjur yang datang menyaksikan karnaval dinilai menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami berharap ini bisa membawa kemanfaatan untuk masyarakat, terutama perputaran ekonomi. Tadi sambil jalan juga ternyata banyak dari kota-kota lain ke sini, dari Sukabumi, Bogor, Bandung dan kota-kota lainnya,” katanya.

Wahyu menyebut, keberadaan UMKM yang berjualan di sepanjang lokasi kegiatan turut merasakan dampak positif dari tingginya antusiasme masyarakat.

“Alhamdulillah UMKM banyak yang dibeli. Kami bersyukur tentunya ini bisa meningkatkan perekonomian dan perputaran ekonomi di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.

Selain menggerakkan perekonomian, Karnaval HJC ke-349 juga menjadi sarana untuk mengenalkan identitas dan kekayaan budaya Cianjur kepada masyarakat.

Tak hanya budaya, sejumlah makanan khas seperti tauco, potensi perkebunan teh dan durian, kesenian, hingga tokoh-tokoh sejarah Cianjur turut ditampilkan dalam kemasan karnaval.

“Tema tahun ini sebetulnya kita mengangkat apa yang menjadi ciri khas Kabupaten Cianjur. Tiga pilar budaya kita, maos, mamaos, maenpo, lalu makanan khas kita ada tauco dan lain-lain, termasuk juga potensi yang ada di kita seperti teh dan duren,” tuturnya.

Menurut Wahyu, konsep tersebut sengaja dibuat agar karnaval tidak sekadar menjadi tontonan. Lebih jauh, kegiatan itu diharapkan menjadi media edukasi bagi generasi muda agar mengenal sejarah, budaya, serta tradisi leluhur Cianjur.

“Kami ingin masyarakat bukan hanya terhibur, tetapi anak-anak kita bisa teredukasi dengan sejarah dan tradisi Kabupaten Cianjur,” katanya.

Dia menilai, antusiasme masyarakat pada tahun ini juga mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari semakin ramainya warga yang datang dan mengikuti rangkaian kegiatan.

“Antusiasme warga alhamdulillah terlihat. Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, tahun ini lebih ramai dan lebih seru,” ucapnya.

Rangkaian perayaan HJC ke-349 kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Gema Syiar pada malam hari yang menghadirkan penyanyi religi Opick dengan lagu andalannya, Tombo Ati, serta tausiah yang disampaikan Ustaz Dennis Lim.

Wahyu menegaskan, pemerintah daerah juga ingin menjadikan momentum HJC sebagai upaya memperkuat kembali kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal di tengah derasnya pengaruh budaya dari luar.

“Targetnya kami ingin anak-anak kita, remaja, anak muda tidak hanya melihat budaya luar yang sekarang mereka terhegemoni. Kami ingin mereka kembali lagi kepada ciri khas tradisi leluhur kita, ajaran-ajaran leluhur kita,” katanya.

Dia menambahkan, nilai-nilai dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur dinilai masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat Cianjur saat ini.

Di sisi lain, karnaval juga menjadi momentum untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata Cianjur kepada masyarakat luar daerah. Sejumlah ikon wisata seperti Situs Megalitikum Gunung Padang, Kebun Raya Cibodas, hingga Taman Bunga Nusantara turut diperkenalkan melalui berbagai penampilan dalam karnaval.

“Kami juga ingin memberi tahu kepada dunia luar bahwa ini loh Kabupaten Cianjur. Kita punya ciri khas, punya budaya yang luhur, dan punya sejarah yang luar biasa,” ujarnya.

Wahyu berharap promosi tersebut dapat mendorong semakin banyak wisatawan dari luar daerah datang ke Cianjur, tidak sekadar berkunjung, tetapi juga menginap dan menikmati berbagai potensi wisata maupun kuliner yang tersedia.

“Kami berharap orang luar bisa tahu Kabupaten Cianjur, kemudian datang ke Cianjur dan semalam di Cianjur. Dengan begitu, tentunya akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini