BogorPolitan – Cibungbulang,
Realisasi Dana Satu Milyar Satu Desa (Samisade) Girimulya, pembangunan Infrastruktur Jalan poros Desa, Sepanjang 670 Meter, Lebar 3 M dan Tebal 0,4 Cm, terkendala dengan adanya informasi simpang siur di Masyarakat, melalui group whatsapp dengan memuat gambar serta kalimat
[19/12 17.23] +62 881-– : “Desa girimulya untuk para awak media tolong pantauannya” tulisnya, kemudian di jawab oleh +62 857-– : “Hebat nya pengaspalan sampe garasi Imah 😁,” disahut kembali +62 881-– : “😅😅😅 keren yaa…yg punya pabrik aspal kali om🤭,” tulisnya.
Dengan hal tersebut diatas, BogorPolitan.com melalui pesan singkat menanyakan kepada pihak terkait untuk di konfirmasi.
Adalah Itang, Warga Kampung Pabuaran Lebak RW 06, yang di duga garasi rumahnya dihotmix menggunakan material dari anggaran Samisade sesuai dengan pesan Gambar dan text di group whatsapp beberapa hari lalu.
“Garasinya di hotmix itu atas permohonannya, dengan menggunakan biaya pribadi, dan menjadi tanggung jawab pribadi, dengan cara titip belanja matrial hotmix, saya minta bantuan dibelikan bahan hotmix, langsung ke supir jasa angkutan hotmix,” terangnya.
Untuk pengerjaannya Itang mengaku, “Dikerjakan selepas jam kerja/diluar jam kerja, intinya saya tidak mau memanfaatkan anggaran dan pekerja yang sedang melaksanakan program Samisade,” ungkapnya.
Terpisah Kepala Desa Girimulya Wardiman, dengan tegas melarang mengganggu progres pekerjaan Program Samisade yang sedang di lakukan pihaknya.
“Kami dan segenap jajaran Stakeholder Desa Girimulya melarang, mengganggu, memanfaatkan apalagi menggunakan waktu, dan tidak diperkenankan melebihkan / membelokan hotmix yang dapat mengganggu progres Samisade di desa girimuya,” katanya.
Apabila ada warga, lanjut Wardiman, “Yang ingin atau memohon bantuan, ingin tempatnya dihotmix harus di luar jam kerja, intinya jangan sampai mengganggu progres program Samisade,” pungkasnya dengan tegas. (Ipay).






