IBU, MADRASAH PERTAMA DAN UTAMA

0
1,015 views

BogorPolitan – Cigudeg,

Catatan Uwaesul Qurni HB, S.Pd., MM. Founder Madrasah Literasi, dan Founder Tahta Syajaroh Foundation, di Hari Ibu, Rabu, 22/12/2021.

Status seorang wanita Muslimah dalam Islam:
saat lahir, Ia menjadi jalan surga bagi kedua orang tuanya saat menikah, Ia menyempurnakan separuh agama suaminya saat menjadi Ibu, Surga berada di telapak kakinya Subhanallah…..sungguh mulia seorang wanita.

Madinah, dalam kegelapan malam, Umar bin Khattab dan para sahabatnya Aslam membuat inisiatif melihat keadaan rakyatnya, tiba-tiba kerana keletihannya, bersandar ke salah satu dinding rumah, dengan lelahnya mendengar percakapan penjual susu dengan anak Perempuannya.

Ibu : “Atau anak saya, ambil susu dan campurkan dengan air yang mengalir.” katanya

Anak perempuannya : “Oh, ibu, apa yang ibu tidak tahu keputusan yang diambil oleh Amirul Mukminin hari ini ?”

Ibu : “Apa keputusan yang saya ambil putriku?,”

Anak Perempuan : “Seseorang yang diarahkan untuk mengumumkan bahwa susu tidak boleh dicampur dengan air,”

Ibu : “Atau anak saya, ambil susu dan campurkan dengan air. Pada masa ini ia berada di suatu tempat yang Umar tidak dapat melihat”

Anak perempuan : “Tidak dapat taat kepadanya dan mengikutinya dalam keadaan sepi,”

Kemudian Umar berkata Aslam untuk menyiasat mana dua ibu dan anak perempuan itu telah berkahwin, maka Aslam melaporkan bahwa dia memberitahu susu dengan air itu adalah Ibu dan yang menolak anak perempuannya masih seorang gadis.

Kemudian Umar memanggil semua anaknya dan menawarkan mereka apa yang wanita perlu berkahwin, dari masa ke masa gadis itu telah berkahwin dengan anaknya yang dipanggil ‘Ashim. Dari gadis itu, seorang anak perempuan dan anak perempuan dilahirkan, Umar bin Abdul Aziz, khalifah keadilan yang terkenal dan kebesaran.

Sesungguhnya terdapat pelajaran yang berharga dalam sejarah, mengapa Umar bin Jattab sangat teruji untuk menawarkan anaknya untuk berkahwin dengan anak perempuan anak perempuan itu.

Dalam penciptaan manusia, terdapat lelaki lelaki dan lelaki lelaki. Laluan lelaki memerlukan karya-karya yang hebat dalam jangkauan yang paling sukar dan keteguhan dan ketegaran mental. Walaupun garis-garis keheningan menyumbang warna kepada anak-anak mereka melalui fungsi ibu sebagai madrasah pertama dan pertama untuk anak-anak mereka.

Garis yang baik diam dan dewasa, Insha’Allah akan menjamin kelahiran keturunan yang baik, Ibu pertama, Madrasah dan ibu, adalah madrasah pertama dalam proses pendidikan manusia, membawa peranan penting dalam kehidupan.

Sekiranya salah untuk mendidik dan memupuk moral dalam kanak-kanak, yang pasti akan menjadi pemusnahan awal generasi akan datang,
seorang ibu mempunyai peranan yang sangat penting di tengah-tengah keluarga, malah ada kata-kata yang mengatakan bahwa, jika ibu adalah madrasah utama keluarga, Ini adalah kerana peranan mulia seorang ibu adalah untuk semua keluarga.

Salah satu peranan wanita di rumah adalah Ustadzah untuk keluarganya, Istri adalah ustadzah untuk suaminya, sementara suami mengalami masa depan (kejatuhan roh), oleh karenanya ia tertakluk kepada isteri, untuk dapat bermain sebagai kawan pada satu masa, sebagai seorang guru suami yang dikasihi, jadi suaminya tidak jatuh ke dalam pelbagai tindakan dosa-dosa dan maksiat.

Ibu sebagai madrasah penting bagi anak – anaknya, anak-anak mungkin hadir dalam kehidupan rumah, maka seorang wanita juga bimbing untuk anak-anaknya, pertama sekali dan pendidikan yang paling penting bagi setiap kanak-kanak dikekalkan pendidikan keluarga,
pendidikan yang bukan saja untuk mengajar kanak-kanak tentang pengetahuan, tetapi juga untuk mendidiknya.

Proses pendidikan jenis ini adalah tanggungjawab penuh kedua orang tua (Ibu serta Bapak), Wanita yang mungkin mempunyai lebih banyak masa, untuk menemani anak – anaknya harus menjadi Ustadzah untuk anak-anaknya yang sayang, anda mesti punya pengetahuan yang mencukupi, jadi ia mampu mengarahkan buah anda untuk memiliki pangkalan agama yang kuat, adab dan etika yang indah, serta pengetahuan yang luas.

Pilihannya adalah di dalam diri anda, anda boleh mengharapkan Anak-anak anda menjadi Shalih dan Shalihah, atau tidak ? sekiranya anda mengharapkan hatimu di Anak Shalih, anda harus menjadi Shalih peribadi, engkau harus memperhatikan bahwa mendidik itu perlu ilmu, sedangkan ilmu hanya didapatkan dengan mencari dan mempelajarinya.

Karena itu, wajib bagimu mencari ilmu, terutama ilmu agama agar ia dapat menjadi modal bagimu dalam mendidik buah hati, seorang ibu adalah ustadzah terbaik di rumahnya. Ia adalah inti di tengah rumah tangga dan masyarakat, Ia mampu memberikan pengaruh yang sangat kuat kepada anak-anaknya melalui perkataan, keteladanan, cinta dan kasih sayang. Anak-anak akan mengikuti bagaimana ibunya.

Jika ibunya dekat kepada Allah, niscaya anak akan tumbuh sebagaimana ibunya, bila akhlak sang ibu baik, maka anak akan tumbuh dengan akhlak yang menyerupai ibunya.

Seperti yang penulis rasakan ibu setiap pagi nya dalam mengurus rumah tangga termasuk memasak selalu disisipkan bacaan Alquran dan sholawat sehingga dirasakan anak anaknya mudah dalam belajar dan menjalankan aktifitas lainnya, hal ini salah satu bukti kesholehahan seorang ibu.

Lalu beranikah kita, hanya mengungkapkan rasa syukur dengan ibu kita hanya sekali dalam setahun, sedangkan ibu mengurus anak anaknya 24 jam dalam sehari, tak ada alasan sedang istirahan, bahkan dalam keadaan sakit.

Ingatlah ibu mengandung dalam keadaan lemah atau sakit, lalu melahirka juga sakit dan menyusui selama dua tahun, bahkan mengurusnya hingga dewasa, beranikah kita mengucapkan hari ibu hanya setahun sekali, berbaktilah, tak ada alasan untuk tidak berbakti dengan ibu.

Dari Uwaesul Qurni (+62 857-1859-3353) Untuk Ibu. (Ipay).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini