Budayawan Cianjur : Arteria Dahlan Tak Cukup Minta Maaf, Proses Hukum Harus Berjalan

0
886 views

Laporan : Eka rufa

Cianjur – BogorPolitan.com,

Kasus Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan (AD) menuai kontroversi yang memberikan pernyataan kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) yang menurutnya menggunakan Bahasa Sunda saat rapat kini memasuki babak baru.

Setelah banyaknya kecaman dari berbagai pihak khususnya budawayan Sunda membuat AD menyesal dan meminta maaf atas kontroversi yang dibuatnya.

Namun Ketua Komda Wilayah I Paguyuban Pasundan, Abah Ruskawan berujar, AD tak cukup sekedar hanya meminta maaf.

“Menurut saya tidak cukup hanya meminta maaf, karena yang dirugikannya bukan saya ataupun Kejati tetapi masyarakat sunda atau suku Sunda,” katanya, Jum’at pagi (21/01/2022) melalui sambungan telepon.

Abah Ruskawan menyebut, proses hukum harus tetap dijalankan agar menjadikan sebuah efek jera bagi pelaku penghina ras, agama maupun suku di Indonesia.

“Proses hukumnya perlu ada pengacara dari komunitas yang representatif paling tidak Jawa barat. Mudah-mudahan dengan dibawah ke ranah hukum nanti tidak terulang kembali kepada semua suku apa pun,” ujarnya.

Abah pun mewanti-wanti jika proses hukum tidak dilakukan terhadap AD.

“Kalau tidak di proses kita akan mengajukan ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) di DPR,” paparnya.

Selain itu, Abah dengan tegas mendukung beberapa pihak yang meminta agar AD di pecat dari keanggotaan Partai PDIP karena tidak sesuai dengan sikap sebuah partai yang menjunjung prularisme, perbedaan agama dan suku serta engakomodir budaya.

“Apa yang disampaikan teman sejawatnya Jendral Hasanuddin beliau sekretaris fraksi di PDIP komisi 1, dia satu partai dengan AD dan mengusulkan untuk dipecat atau di PAW dari kepartaian,” terangnya.

Abah meminta, kepada siapapun harus berhati-hati dalam menjaga tutur bahasa karena Indonesia adalah negara persatuan dan sangat menyayangkan dengan tindakan AD yang merupakan seorang berpendidikan tinggi.

“Beliau itu kan basicnya sarjana hukum dan duduk di komisi 3, tidak patut berbicara seperti itu,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini