Hapuskan Segala Bentuk Kekerasan, Womxn Voice : Kami Ada Karena Kami Peduli

BogorPolitan – Kab. Bogor

Laporan : Retno Handayani,

Kampanye anti kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan diadakan secara internasional pertama kali digagas oleh Women’s Global Leadership Institute tahun 1991 yang disponsori Center for Women’s Global Leadership.
Deklarasi 16 hari untuk mengkampanyekan anti kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan atau yang disebut 16 Days of Activism Against Gender Violence merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan di seluruh dunia.

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan ini dipilih pada 25 November untuk memberi penghormatan atas meninggalnya Mirabal bersaudara yaitu Patria, Minerva dan Maria Teresa pada 1960.

Mirabal bersaudara adalah aktivis politik yang memperjuangkan demokrasi dan keadilan, serta menjadi simbol perlawanan terhadap kediktatoran peguasa Republik Dominika saat itu.

Keberanian mereka menyuarakan soal demokrasi dan keadilan, mengganggu penguasa Republik Dominika pada waktu itu, yakni Rafael Trujillo.

Patria, Minerva dan Maria Teresa berkali-kali mendapat tekanan dan penganiayaan. Kemudian mereka dibunuh secara keji oleh “kaki tangan” diktator Republik Dominika.

Untuk memperingati serta menghormati perjuangan Mirabal bersaudara, dalam Kongres Perempuan Amerika Latin pertama pada 1981, 25 November dideklarasikan sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan adalah kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.

Di Indonesia, Komnas Perempuan adalah inisiator sekaligus fasilitator dalam Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang digelar secara nasional.

Kampanye ini dimulai dari 25 November yang merupakan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan hingga tanggal 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional.

Pemilihan 25 November – 10 Desember 2021 karena adanya keterkaitan antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM, serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM.

9 Hari Penting dalam Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan :

  1. Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan – 25 November 2021;
  2. Hari Perempuan Pembela Hak Asasi Manusia – 29 November 2021;
  3. Hari AIDS Sedunia – 1 Desember 2021;
  4. Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan – 2 Desember 2021;
  5. Hari Internasional bagi Penyandang Disabilitas – 3 Desember 2021;
  6. Hari Internasional bagi Sukarelawan – 5 Desember 2021;
  7. Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan – 6 Desember 2021;
  8. Hari Pembela HAM Sedunia – 9 Desember 2021;
  9. Hari HAM Internasional – 10 Desember 2021.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (plus) yang dapat diperingati hingga 18 dan 22 Desember 2021:

1.Hari penting bagi pekerja migran sedunia – 18 Desember 2021;
2.Hari Ibu – 22 Desember 2021.

Peringatan ini terus dilakukan sebagai upaya dunia agar menghormati HAM dan tidak boleh mengulangi tindakan-tindakan kekerasan dan pelanggaran HAM.

Adalah Aksi Keadilan Indonesia yang bekerjasama dengan Program Voice, selama dua tahun terakhir telah menginisiasi dan mengorganisir pembentukan kelompok perempuan dan transpuan pengguna napza di wilayah Jabodetabek.
Karena saat ini belum banyak organisasi masyarakat sipil yang dibentuk dari kelompok rentan yang terdiri atas perempuan dan transpuan pengguna napza.
Menamakan diri sebagai Womxn Voice, yang anggotanya terdiri dari beberapa leaders dan champions yang sudah pernah membantu penanganan kasus, dan mengadakan diskusi hingga pelatihan khusus yang berkaitan dengan perempuxn pengguna napza.

Kekerasan selama ini masih menghantui perempuan dan transpuan di seluruh dunia.
Hal ini juga tidak luput dialami oleh perempuan-transpuan pengguna narkotika.
Mereka mendapatkan kekerasan juga stigma berlapis baik dari masyarakat maupun aparat penegak hukum.
Buruknya kebijakan dan implementasinya, membuat situasi kekerasan terhadap perempuan-transpuan pengguna terus berulang.

Sebagai wujud empati terdalam, Womxn’s Voice melalui kampanye #16haktp2021 menyerukan: “Mari kita bersama-sama memberikan dukungan untuk penghapusan segera – segala bentuk kekerasan terhadap perempuan-transpuan dan anak perempuan.”

Oleh karena itu, AKSI , Womxn Voice juga Women Harm Reduction International (WHRIN) membuat seri talkshow yang berjudul Womxn’s Voice Talkshow 2021 sebagai seruan dan juga bentuk ekspresi dari perempuan-transpuan pengguna narkotika dengan harapan segera diakhirinya segala bentuk kekerasan terhadap perempuan-transpuan pengguna narkotika yang selama ini terjadi.

Seri Womxn’s Voice Talkshow tayang perdana tanggal 25 November sampai 10 Desember 2021mulai bisa disaksikan di Channel Youtube WomXn’svoice ( https://www.youtube.com/channel/UCmjHdg_uIYm49aUnQDRjcWA )
(di persilahkan untuk di subscribe sebanyak-banyaknya)

Talkshow yang akan membahas topik-topik hangat seputar dunia perempuan pengguna napza sampai sistem peradilan pidana diharapkan bisa meningkatkan derajat hidup perempuan Indonesia yang masuk dalam kelompok rentan.

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!