SMPN 3 Cibinong Rehab Ruang Kantor dan Ruang Belajar

BogorPolitan – Cibinong

Laporan :Dharmawan,

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan baik dijenjang Sekolah Dasar (SD) maupun dijenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bogor terus berupaya menyediakan sarana dan prasarana belajar yang memadai sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP), yang dianggarkan dari bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Sebagaimana di SMPN 3 Cibinong saat ini sedang melaksanakan perbaikan fisik dengan Rehabilitasi Ruang Kantor dan Ruang Belajar yang di alokasikan dari DAK Dana Alokasi Khusus sebesar Rp. 1.098.549.000,-

Pengerjaan Rehabilitasi Ruang Kantor dan Ruang Belajar tersebut sebagaimana yang tertera dipapan proyek dimulai pengerjaanya sejak 27 Agustus 2021 hingga 24 Desember 2021 dilaksanakan Penyedia Jasa CV. Ely Mahkota Mandiri beralamat di Gd. Pembina Graha Jl. D.I Panjaitan No. 45 Kel. Rawa Bunga Jatinegara Jakarta, Konsultan Pengawas CV. Prisma Consult Jl. Laladon Baru No. 9 Ciomas Bogor.

Ditemui diruang kerjanya Kepala SMPN 3 Cibinong Wahyudin kepada media ini mengatakan saat ini kami sedang melaksanakan Rehabilitasi Ruang Kantor dan Ruang Belajar yang terdiri dari Ruang Kepala Sekolah, Ruang Guru serta dilantai atas Ruang Lab IPA dan Ruang Lab Komputer.

“Proses Rehabilitasi ini ditangani langsung oleh pihak ke 3 sehingga pihak sekolah tinggal menerima Kunci saja. Adapun proses perencanaan, gambar, evaluasi itu ada dipihak pemborong,” jelas Wahyudin, Selasa (23/11).

Lanjutnya, sekolah hanya memberikan input atau saran ketika ada kejanggalan, kami hanya menyampaikan saja adapun keputusan tetap pada pemborong.

“Menurut info pelaksanaan berlangsung selama 3 bulan sebagaimana tertera pada papan proyek, tanggal 24 Desember 2021 harus sudah tuntas berikut pelaporannya, adapun nanti pengerjaan molor itu diluar program sekolah tapi kami meminta benar-benar selesai di Bulan Desember,” jelasnya.

Wahyudin dengan tegas menekankan, karena ditahun semester 2 atau tahun pelajaran semester 2 perlu betul-betul pembenahan untuk kegiatan pembelajaran supaya kondusif.

“Seandainya di Januari (semester 2) belum selesai tentu pembelajaran terganggu, karena 2 ruang kelas yang dipakai untuk KBM dipakai untuk ruang guru.

Pantauan media, pengerjaan rehabilitasi diperkirakan baru mencapai 60 persen, bila melihat batas waktu pengerjaan hingga tanggal 24 Desember 2021 kemungkinan tidak akan terkejar. Namun menurut Wahyudin untuk mengejar target tersebut pihak pemborong akan menambah tenaga kerjanya, keterlambatan ini alasan pemborong karena tidak sesuai dengan tanggal startnya selisihnya hampir 3 minggu.

Terkait material eks bongkaran Wahyudin mengatakan akan dihibahkan. Kata Dia, dirinya sudah mengikuti pelatihan bagaimana cara menghibahkan dan prosedurnya.

“Sudah ada 3 Majlis Tak’lim yang mengajukan namun tidak langsung diterima tapi kami ajukan dulu ke bagian aset melalui Dinas Pendidikan, sudah ada jawaban tapi baru secara lisan (kurang kuat) bila sudah ada secara surat resmi baru kami berikan, jadi kemungkinan kita hibahkan eks bangunan berupa genteng, baja ringan, dan kusen-kusen,” paparnya.

“Dengan rehabilitasi ini harapan kami struktur atau konstruksi yang dibangun ini sesuai bestek, pengerjaannya mengedepankan aspek kualitas fisik bangunan, sehingga tidak menimbulkan kerawanan ambruk atau membahayakan para siswa. Dan ada garansi selama waktu yang ditentukan yang memang masih menjadi tanggung jawab pemborong, kalau tidak ada garansi kami harus mengadu kemana bila ada kerusakan seandainya dalam waktu 2 atau 3 bulan sudah rusak,” harap Wahyudin.

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!