Ketua DPR RI Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Massal Untuk Pelajar Indonesia Sehat Indonesia Hebat di SMKN 1 Cibinong

BogorPolitan – Kab. Bogor,

Ketua DPR RI DR. (H.C.) Puan Maharani bersama Kepala BIN Jendral Polisi (Purn) Budi Gunawan pantau pelaksanaan Vaksinasi Pelajar yang dilaksanakan di SMKN 1 Cibinong, Rabu (29/9).

Diketahui Vaksinasi Massal Pelajar dan Santri yang disponsori BIN (Badan Intelijen Negara) Republik Indonesia ini diikuti sedikitnya 3500 siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Bogor. Program Vaksinasi Massal Pelajar dan Santri digelar serentak oleh BIN disekolah sekolah dan Pondok Pesantren se Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut Puan didampingi Kepala BIN RI. Budi Gunawan dan Kepala SMKN 1 Cibinong Cucu Salman memeriksa lingkungan sekolah dan kesiapan sarana dan prasaran penunjang Prokes. Kemudian Puan berinteraksi dengan salah satu siswa SMKN 1 Cibinong yang akan di vaksin. Juga melalui telekonferensi berdialog dengan sekolah dan ponpes dari Lampung, Manado, Banten dan Kalimantan Barat.

“Apresiasi setinggi-tinggi saya sampaikan pada BIN, yang mana saat ini bersama dengan seluruh elemen bangsa melaksanakan Vaksinasi massal, pergi berpindah-pindah keseluruh Provinsi, Kabupaten/Kota bahkan kesekolah sekolah untuk bisa mewujudkan Indonesia Sehat Indonesia Hebat,” ucap Puan dalam sambutannya.

Tagline BIN ini gampang dicerna, artinya sangat luas bermanfaat untuk seluruh rakyat Indonesia. Kalau Indonesia Sehat pasti Indonesia Hebat kembali bahkan lebih hebat dari sebelum Pandemi Covid 19, sambungnya.

“Saya melihat BIN betul-betul siap dalam melaksanakan tugas, bukan hanya urusan Intelijen tapi bagaimana ikut mengawal Proses Vaksinasi untuk Pelajar dan Santri. Kami DPR mendukung apa yang dilakukan BIN bersama elemen bangsa lain dalam upaya percepatan vaksinasi,” tutup Puan dalam sambutannya.

Usai acara Kepala SMKN 1 Cibinong Cucu Salman M.Ag kepada para awak media mengatakan kegiatan Vaksinasi Massal Pelajar dan Santri ini disponsori oleh Badan Intelijen Negara Republik Indonesia, dengan total jumlah peserta 3500 dari beberapa sekolah di Kabupaten Bogor. Untuk Dosis 1 dan 2 dengan Vaksin Sinovac.

“Untuk siswa-siswi SMKN 1 Cibinong sejumlah 500 siswa yang ikut Divaksin Dosis 1, jadi siswa SMKN 1 Cibinong sudah 100 persen memang ada beberapa siswa yang tidak bisa atau belum bisa divaksin karena masalah kesehatan,” terang Cucu.

Cucu menerangkan terkait PTM, SMKN 1 Cibinong baru uji coba selama 3 hari yang dilaksanakan minggu lalu dengan quota 50%-50% dibagi 2 shift.
“Kami sudah mendapat ijin PTM sesuai aturan Kemendikbud sejumlah 50 persen, ijin kami dapatkan dari Gugus Tugas Covid 19 Kecamatan jadi kami sudah punya rekomendasi,” terangnya.

Masih kata Cucu, kami banyak berharap pada Ketua DPR dan Kepala BIN, untuk pengembangan Teaching Factory ada bantuan untuk alat-alat praktek siswa dan kami berharap semoga lulusan terbaik sekolah kami ini bisa diterima di STIN (Sekolah Tinggi Intelijen Negara), dengan kunjungan beliau (Kepala BIN) kesini kami sampaikan bahwa siswa-siswi kami banyak yang berprestasi.

Ditempat yang sama H. Dedi Supandi S.STP, M.Si Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat mengatakan walaupun Vaksinasi bukan menjadi syarat PTM tetepai Vaksinasi merupakan bagian dari percepatan kita untuk melaksanakan PTM karena nanti secara bertahap sekolah akan menggunakan Aplikasi PeduliLindungi.

“Jumlah sekolah yang telah melaksanakan PTM di Jawa Barat perhari ini sejumlah 5033 sekolah, kemungkinan diawal Oktober bertambah karena masih menunggu ijin dari orangtua siswa dan ijin Gugus Tugas Covid Kabupaten/Kota,” ucap Dedi.

Dalam acara ini juga sekaligus melaunching Aplikasi Tangkal Covid 19, aplikasi milik BIN ini dapat diinstal melalui Smartphone dan disebut sebagai Platform Interaktif pertama mengenai Penanganan Covid 19.

Dharmawan

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!