Pelaku Pengeroyokan Anggota PP Gn. Putri Belum juga Ditahan, Ketua BPPH PP Kab. Bogor Akan Bersurat ke Polres Bogor

BogorPolitan – Kab. Bogor,

Ketua Bantuan Penyuluhan dan Pendampingan Hukum (BPPH) Kabupaten Bogor menilai lambannya kinerja Aparat Pe egak Hukum (APH), dalam menangani aksi pengeroyokan, terhadap salah satu anggota Pemuda Pancasila (PP) PAC Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang saat ini telah memasuki proses penyelidikan, dengan Nomor : Lp / 8 / 1108 / VII / 2021 / JBR / RES BGR.

Dalam keterangan persnya kepada BogorPolitan.com, Ketua BPPH Kabupaten Bogor, YM. Pambudianto SH menyatakan, dengan adanya alat bukti, pelaku pengeroyokan sudah memenuhi syarat untuk ditahan, Senin, 20/09/2021.

“Seharusnya, pihak Penyidik sudah bisa melakukan penahanan terhadap pelaku, karena menurut kami sudah terpenuhinya minimal 2 alat bukti, yang dapat menjadi dasar penahanan, akan tetapi kami melihat pihak kepolisian, dalam hal ini terkesan ragu – ragu untuk melakukan Penahanan terhadap yang diduga menjadi tersangka Pengeroyokan,” ucap Pengacara muda yang akrab disapa Hatma.

Atas dasar itu, lanjutnya, kami akan mengirimkan surat kepada Kepolisian Resor (Polres) Bogor, guna meminta klarifikasi atas perkara yang telah berjalan sekitar dua bulan lebih.

Pada kesempatan itu, Ketua BPPH meminta agar anggota PP Kabupaten Bogor tidak terpancing dengan menyerahkan semua nya kepada proses hukum yang sedang berjalan.

“Rekan – rekan anggota PP Kabupaten Bogor, dapat menahan diri dan tetap menyerahkan proses hukum kepada mekanisme hukum yang ada,” tegasnya.

Peristiwa yang terjadi pada beberapa bulan lalu, Hatma menambahkan, berawal adanya cekcok mulut, yang menyebabkan terjadinya pengeroyokan terhadap Sdr VP, yang menyebabkan luka di bagian kepala, akibat benda tumpul, selanjutnya Korban melaporkan pada Pihak Polres Bogor.

“Pelaku yang merupakan tetangga korban, bersama anaknya, sampai saat ini masih masih belum ditahan, meskipun pihak kepolisian telah memanggil untuk dimintai keterangan, pihak Korban dalam hal ini juga menyesalkan proses penyidikan dan penyidikan yang terkesan lamban,” pungkasnya. (Koes)

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!