Area Wisata Bukit Stevia Sebagai Destinasi Kampung Wisata Desa Kiara Sari

BogorPolitan – Sukajaya,

Bukit Stevia, Kampung Cilongok, Gunung Leutik dijadikan ikon Destinasi Kampung Wisata Desa Kiara Sari, karena berada di ketinggian yang di kelilingi pemandangan gunung sebagai spot selfie, dengan memiliki 780 anak tangga, dibawahnya undakan sawah tertata rapi alami.

Bukit Stevia diresmikan dan dibuka untuk umum oleh Kepala Desa Kiara Sari Ahyar Suryadi, dengan disaksikan oleh Muspika Kecamatan Cigudeg, Kamis, 24/06/2021, dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon sebagai penghijauan

“Hari ini kita buka wisata Desa Kiara Sari yang ada di Kampung Cilongok, Gunung Leutik, sekaligus penanaman pohon bagian dari penghijauan, mulai dari taman keras, pohon buah-buahan juga ada,” ungkap Ahyar Suryadi dalam keterangannya.

Setelah diresmikan dan dibuka untuk umum, Ahyar berjanji akan mendorong peran serta masyarakat untuk terlibat langsung dengan memanfaatkan lokasi yang kosong untuk meningkatkan tarap ekonominya.

” Dengan adanya Desa wisata diharapkan masyarakat sekitar, mampu meningkatkan kemampuan ekonominya, terlebih saat ini masih masa pandemik, dalam pemanfaatan lahan kosong, dapat digunakan untuk penghasilan, itu yang nanti akan kita dorong dari pihak pemerintah Desa, Silahkan manfaatkan kesempatan ini,” urainya.

Masih ditempat yang sama, menurut Ketua Desa Wisata Bukit Stevia Rojak, area wisata yang dibangunnya sebagai titik pandang sebagai ikon Desa Kiara Sari.

“Setelah kita melakukan identifikasi ada di Desa Wisata, kebetulan ada lokasi di Daerah Gunung Leutik ini, ada satu bukit yang disebut Gunung Panenjoan, tepat sebagai titik pandangnya Desa Kiara Sari, karena sangat banyak yang bisa dipandang, dengan dikelilingi gunung sebagai spot selfie, juga pemandangan yang menyegarkan mata,” katanya.

Untuk lokasi Desa wisata Bukit Stevia dibuka secara bergotong royong, swadaya murni masyrakat dengan menunjukan kekompakan nya, Tambah Rojak

“Ini dimaknai sebagai satu potensi disini, itu yang partama, yang kedua kesempatan warga untuk membuka, jadi ini dibuka oleh swadaya murni Masyarakat, kesadarannya cukup lumayan tinggi dengan kita punya budaya gotong royong, budaya guyub wargaembuka kurang lebih 3 bulan, dari mulai membuka akses hingga hari ini,” terangnya.

Penamaan Bukit Stevia, sesuai dengan apa yang menjadi ciri khas tanaman yang tumbuh di gunung leutik yaitu Stevia yang memiliki rasa manis melebihi gula

“Stevia adalah tanaman yang ada disini dengan memiliki rasa manis seperti gula, dulu tanamannya tumbuh subur disini, nantinya akan jadi souvenir, sebagai penyambutan pengunjung datang, kita hidangkan minuman stevia,” ujar Rojak mengakhiri. (Ipay).

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!