BogorPolitan.com – Ciampea
Sebuah rumah milik warga di Kampung Kauman RT 001 RW 009, Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, ambruk akibat tanah amblas pada Jumat (16/5/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.
Rumah yang diketahui milik Prof Fachriyan Hasmi Pasaribu itu roboh setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Saat kejadian, pemilik rumah sedang berada di rumah anaknya yang berada di sebelah bangunan utama.
“Awalnya terdengar suara kayu retak dan jatuhnya genteng. Setelah dicek, rumah bagian dapur sudah miring sekitar 50 cm,” ujar Prof Fachriyan.
Bangunan diketahui berada di tepi aliran kali. Mengetahui rumah warganya mengalami musibah, Kepala Desa Bojongrangkas, Iding Habudin, langsung meninjau lokasi kejadian.
Ia mengatakan, awalnya menduga kejadian tersebut disebabkan oleh pergeseran tanah. Namun setelah dilakukan pengecekan oleh BPBD Kabupaten Bogor, penyebab utama adalah tanah yang amblas.
“Ini kemungkinan besar karena adanya rembesan air. Di bawahnya juga ada bangunan lain. Mungkin itu salah satu penyebab tanahnya bisa amblas,” jelasnya.
Iding juga menambahkan, ada pohon besar yang sebelumnya ditebang di sekitar rumah, dan kemungkinan akar pohon yang membusuk ikut memicu amblesnya tanah tersebut.
Sementara itu, Petugas BPBD Kabupaten Bogor, M. Dahlan, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan pada pukul 22.00 WIB.
“Kita langsung ke TKP dan memeriksa kondisi bangunan. Kalau pergeseran tanah, seharusnya ada beberapa rumah yang terdampak. Tapi ini hanya satu rumah, artinya tanahnya amblas,” ungkapnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp80 juta akibat runtuhnya bangunan bagian dapur rumah.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi dan mengimbau warga untuk tidak melintas di area terdampak.
“Kami imbau keluarga pemilik rumah tidak melintasi area yang sudah dipasangi garis polisi. Dikhawatirkan masih ada pergerakan susulan,” tukasnya.






