Berbagi Ditengah Tekanan,  Jangan Takut pada Ancaman!

0
781 views

BogorPolitan – Bogor,

Mengutip dari Artikel Wikipedia :
Karena makanan adalah hak semua orang bukan hak istimewa segelintir orang saja!
Karena ada cukup makanan untuk semua orang di mana-mana!
Karena kekurangan bahan makanan pokok adalah bohong!
Karena disaat kita lapar atau kedinginan kita punya hak untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dengan cara meminta, mengamen, atau menempati bangunan-bangunan kosong!
Karena kapitalisme menjadikan makanan sebagai sumber keuntungan, bukan sebagai sumber nutrisi!
Karena makanan tumbuh pada tanaman!
Karena kita butuh lingkungan bukan kendali!
Karena kita butuh rumah bukan penjara!
Karena kita butuh makanan bukan bom!

Di berbagai penjuru dunia saat ini telah terbangun puluhan kelompok-kelompok yang aktivitasnya adalah membagi-bagikan makanan vegetarian gratis untuk orang-orang miskin dan siapapun yang tidak mampu membeli makanan. Kelompok-kelompok ini selain mengkampanyekan sikap anti-kemiskinan mereka, secara lebih jauhnya bertujuan untuk menciptakan sebuah tatanan masyarakat yang non-kekerasan. Dan walaupun memang banyak kelompok-kelompok yang melakukan aktivitas tersebut dalam berbagai nama, namun ada satu organisasi akar-rumput yang sangat konsisten melakukan aktivitas tersebut dan organisasi ini telah berkembang secara internasional, Food Not Bombs (FNB).

Apalagi di situasi Pandemi seperti ini ketahanan pangan adalah pondasi agar tubuh dapat asupan makan.
Beranjak dari hal tersebut, kawan-kawan yang terhimpun dalam CIBICRUST (kita sebut saja Cibinong Punk N Skin) Minggu (4/10/20) menjalankan aksi mendistribusikan makanan secara gratis dengan prinsip memanfaatkan pengumpulan sayur mayur (Vegetarian) yang bisa diperoleh secara kolektif.
Kenapa vegetarian? FNB menyediakan makanan vegetarian sebagai bentuk perlawanan politis melawan industri daging beserta variannya. disamping itu FNB juga mempromosikan pendekatan lingkungan, mempromosikan hidup lebih sehat, serta mendukung pembebasan hewan. Tidak hanya merubah hubungan antar sesama manusia, tetapi juga hubungan antara manusia dengan bumi dan lingkungannya.
Mereka mengolah makanan dengan cara giat bersama dan gotong royong bahu membahu mempunyai peran masing-masing.

Jenis sayurannya pun beragam ada bayam , kangkung , taoge , timun , buncis , wortel kemudian dikukus untuk jadi menu pecel sayur tentunya ditambah dengan siraman bumbu kacang ditemani gorengan dan lontong, sederhana namun layak makan.

Meski kegiatan FNB membagikan makanan, mereka enggan menyebutnya dengan kegiatan amal.
Aksi yang mereka lakukan lebih tepatnya disebut sebagai media kampanye politis dengan dan salah satu bentuk perlawananan terhadap sistem dengan mempergunakan isu pangan.
Aksi mendistribusikan makanan gratis ini mereka jadikan kegiatan rutin per 3 bulan sekali.

Belakangan kegiatan mereka terhalang karena pemberlakuan PSBB karena makin menggilanya wabah Covid-19.
Biasanya mereka menggelar aneka makanan di sekitar fly over Cibinong atau Simpang Jl Raya Jakarta Bogor menyasar para pengguna jalan dan lebih utama pada masyarakat jalanan.
Biasanya mereka bisa bebas hilir mudik mengambil makanan yang tersedia.
Karena dikhawatirkan menjadi kerumunan massa akhirnya diputuskan untuk membungkus setiap paket makanan yang terdiri dari menu pecel sayuran , gorengan dan air minum.

Menyediakan makanan gratis merupakan salah satu langkah yang tepat mengingat kondisi kebutuhan sosial mendesak dengan angka kemiskinan yang tinggi. Dalam kelompok solidaritas dan sikap saling menolong di tunjukan dengan turun ke jalan dan berbagi makanan gratis.
FNB berusaha menciptakan sebuah organisasi non hirarkis yang mengkounter rasisme, seksisme, homofobia dan berbagai bentuk penindasan serta dominasi yang hanya menguntungkan sebagian orang saja.
Sebuah keputusan diambil dengan musyawarah bersama dengan mengedepankan demokrasi yang sesungguhnya.
Selain itu diberikan juga penjelasan , selebaran dan isu mendasar atau lebih spesifik terhadap masyarakat. Kawan-kawan CIBICRUST ingin menyadarkan perlunya aksi langsung saling membantu antar sesama untuk bersama agar terciptanya sebuah tatanan masyarakat yang lebih baik disamping terus berusaha menghancurkan kapitalisme.

(Retno Handayani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini