Ketua Paguyuban Kades Bogor Barat Ajak Tanamkan Jiwa Kepedulian Yang Mengakar

BogorPolitan – Leuwiliang,

Ketua paguyuban Kepala Desa Bogor Barat, Hj. Onas Hestiani, yang juga sebagai Kepala Desa Karacak, mengajak semua anggotanya yang berasal dari 14 Kecamatan diwilayah Kabupaten Bogor bagian Barat untuk terjun langsung menangani persoalan bencana sebagai bentuk kepedulian yang mengakar.

“Empati tentang diri kita sendiri, tidak memberi juga tidak apa-apa, datangnya aja merupakan suatu suport, kepada teman kita yang terkena musibah, saya selalu tekankan itu kepada rekan-rekan, kita juga harus pikirkan seandainya kejadian ini diwilayah sendiri, pasti sama sedihnya, kedatangannya membawa ketenangan, yang merupakan suport moril, akhirnya semua faham,”

Ungkapnya dalam wawancara bersama BogorPolitan.com diruang kerjanya, Kamis, 27/05/2021.

Dengan menginisiasi hal tersebut sebagai panggilan jiwa sosialnya, terlebih kejadiannya diwilayah binaannya Bogor Barat,

“Semua saya inisiasi agar enggak vakum, mungkin salah satunya kita punya moral sebagai ketua paguyuban, kita harus jalan diwilayah manapun kita kejar untuk empati dengan rasa sosial, apalagi ini wilayah kita sendiri Bogor Barat, untuk berbagi tidak banyak tidak masalah,” katanya.

Dengan latar belakang aktivis, di Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) sosialisasi tentang kepedulian terus digaungkan, terlebih kepekaan rasa sebagai seorang perempuan.

“Basics saya aktivis, saya selalu tanamkan kepada teman-teman pengajian, rekan arisan, jadi sudah terbiasa, di LSM Korek pun kita sama, bukan hanya sekarang aja kegiatan seperti ini dilakukan, kesosialan sudah tertanam didalam jiwa,makanya sudah tidak asing. selain itu sebagai perempuan ada ketergerakan hati juga, serta sudah saya lakukan sejak dulu. saat ini digroup manapun selalu saya sosialisasi kan tentang itu, terlepas direspon atau tidak, juga bisa ketahuan punya empati atau tidaknya,” tambahnya.

Sebagai Ketua Paguyuban Hj. Onas Hestiani telah menjajajaki wilayah mana aja yang rawan bencana, khususnya di Kabupaten Bogor wilayah Barat.

“Dari mulai parungpanjang, Tenjo, jasinga, yang paling rawan bencana Kecamatan Sukajaya, Cigudeg, Nanggung, Leuwi Sadeng,karena struktur tanah nya semuanya sudah pada tahu, untuk Cigudeg lahan galian C yang kebanyakan ilegal, terjadi musibah diduga akibat ulah sendiri, karena tidak adanya penataan saluran air dan ini itunya sehingga terjadi. sementara untuk Kecamatan Pamijahan masih dianggap kondusif,” tegasnya. (Ipay).

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!