Pergeseran Sampah di TPAS Galuga, Ini Penjelasan Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kab. Bogor

BogorPolitan – Kab. Bogor,

Adanya pergeseran sampah di TPAS Galuga yang terjadi pada hari Jumat 26 Maret 2021, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor secara langsung datang melihat ke lokasi. Namun pada saat itu, DLH tidak bisa melakukan apapun karena dikhawatirkan pergeseran kembali terjadi. Hal ini dituturkan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bogor, Ismambar Fadli, SE,. M.Si., dikantornya Selasa 30/03/2021.

“Setelah beberapa hari ini kita lihat sudah mulai stabil. Yang pertama kami lakukan adalah, bagaimana kita membuka aliran-aliran air yang tersumbat oleh sampah sampah yang tergeser. Misalkan di beberapa titik yang didorong oleh sampah sehingga tanahnya turun ke saluran, termasuk saluran air Lindi,” urai Fadli.

DLH Kabupaten Bogor bersama masyarakat sekitar terutama dari Desa Cijujung, Desa Galuga, Desa Dukuh dan para petani melakukan kegiatan padat karya. Sebisanya sesuai dengan kemampuan karena ada beberapa titik yang tidak mungkin dilakukan oleh Exavator, Buldozer ataupuan alat alat berat lainnya.

“Ini yang membuat agak sulit karena memang medannya juga tidak bisa dilalui oleh alat-alat berat,” ujarnya.

Menurut Fadli, DLH Kabupaten Bogor sudah koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor terkait mitigasi terjadinya pergeseran dan dalam waktu dekat akan menyampaikan hasil hasil mitigasi BPBD Kabupaten Bogor.

“Intinya saluran-saluran air ini harus di benahi. Sesuai dengan kesepakatan, DLH Kota Bogor juga sudah menyediakan beberapa hal untuk membuka kembali aliran-aliran air yang tertumpuk atau tertimbun tanah ataupun sampah sehingga air itu mengalir sesuai dengan jalurnya kembali,” kata Fadli.

Fadli juga menjelaskan, pergerakan sampah ini terjadi bukan karena kapasitas sampah yang sudah melebihi. Namun dikarenakan adanya curah hujan yang tinggi dan sumber mata air yang mencari celah untuk keluar.

“Para pemulung juga telah kita larang mendekati area wilayah pergeseran, karena khawatir akan terjadinya kembali pergeseran tanah ataupun sampah,” pungkas Fadli kepada BogorPolitan.com

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!