Tak Menemui Titik Sepakat, Konsumen First Media Tetap Lanjut Proses Hukum

BogorPolitan – Jakarta,

Berawal dari viralnya di media sosial terkait konsumen rugi, First Media di tuntut ratusan juta rupiah pada 15 febuari 2021 silam

Dan pihak First Media akhirnya merespon dan menemui pihak kuasa Hukum Kantor ARH dan rekan yang tergabung juga di Tim Hukum Lembaga perlindungan konsumen, pertemuan tersebut dilakukan pada tanggal 18 febuari 2021 di mall daerah jakarta utara.

“Pertemuan bertujuan ingin mengetahui secara langsung permasalahan yang timbul yang menimpa konsumen dalam hal ini TN,” ucap Achmad Ridjalulhaq, SH selaku kuasa hukum.

Pertemuan tersebut menghasilkan antara lain : perwakilan dari PT Link Net tbk- First Media meminta untuk di pertemukan dengan korban (TN) selaku konsumen yang mengalami kerugian terkait matinya internet yang dialami, dan akan membahas terkait dengan tuntutan TN di pertemuan berikutnya dan di sepakati oleh kuasa hukum TN di hari jumat tanggal 26 Febuari 2021.

Namun berhubung korban TN sedang di luar kota maka kuasa hukum TN menginformasikan dan meminta penjadwalan kembali di hari senin, 01 maret 2021 bertempat disalah satu mall dibilangan jakarta utara.

Tim kuasa hukum TN dan korban akhir memenuhi pertemuan dengan agenda mediasi ke 2 pertemuan tersebut dengan Rusbianto Wijaya dan tim selaku Corporate Secretary Support.

Serta Kuasa hukum TN yang dihadiri Achmad Ridjalulhaq, SH. Abdul Jabbar, S.HI dan Rahmat Setiawan, SH berharap di pertemukan ke 2 ini bisa ada titik penyelesaian terkait dengan matinya internet dan kerugian yang dialami korban dalam hal ini TN.

Namun kurang lebih sekitar 4 jam pertemuan berlangsung alot dan masing-masing pada pendiriannya. jelas ARH selaku kuasa hukum TN

Menurut dari penjelasan bapak Rusbianto Wijaya selaku Corporate Secretary Support first media permasalahan ini disebabkan oleh oknum mantan pekerja first media tidak ada kaitannya dengan secara keseluruhan pelayanan internet.dan akan memberikan kompensasi berupa gratis 12 bulan kepada TN.

Namun TN selaku korban tidak menerima penawaran kompensasi tersebut dikarenakan bukan sekedar mendapatkan free pelayanan saja melainkan adanya unsur ganti rugi material yang dialami terkait matinya internet tersebut juga harus di perhitungkan.”kami rugi dan kecewa terhadap pelayanan First media dengan kejadian ini, ungkap TN”

Bahwa menurut Achmad Ridjalulhaq, SH selaku ketua Tim kuasa TN berpendapat bahwa berdasarkan Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang selanjutnya disingkat dengan UUPK menyatakan bahwa “pelaku usaha bertanggungjawab memberikan ganti rugi atas kerusakan pencemaran dan/ atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan”.

Tim kuasa hukum sudah berusaha menengahkan baik dari perwakilan first media dan korban agar bisa ada titik temu.

namun tetap masing-masing pada pendirian argument (asumsi) nya dengan kata lain tidak ada titik temu kata perdamaian antara kedua belah pihak.

“TN yang merasa telah di rugikan atas kejadian tersebut akan melanjutkan proses hukum berdasarkan kerugian yang di derita sehubungan dengan matinya layanan internet,” tutup Abdul Jabbar. (Wildan)

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!