Ketua KPAD Kab. Bogor Meminta Maaf, MPC PP dan BPPH PP Gelar Konpers

BogorPolitan – Kab. Bogor,

Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor adakan konperensi pers terkait permintaan maaf Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Jopie Gilalo, yang menyatakan bahwa, BPPH PP (Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum Pemuda Pancasila) hanya mengurusi urusan tanah dan seragam BPPH PP yang dapat menimbulkan rasa ketakutan pada anak.

Konperensi pers yang diadakan di Gedung Pemuda Kabupaten Bogor, Jl. Tegar Beriman, Cibinong, dipimpin langsung oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila, Yunus PBA dan dihadiri beberapa anggota BPPH PP dan moderator Jonny Sirait selaku Humas MPC, Selasa 02/03/2021.

Dalam keterangan persnya, Yunus menyatakan bahwa seragam yang dipakai Ketua BPPH PP Kabupaten Bogor, YM. Pambudianto, ketika melakukan kunjungan sekaligus pendampingan hukum terhadap korban anak dibawah umur, memang benar-benar seragam BPPH PP dan sudah ada dalam PO (Peraturan Organisasi) Nomor 06/PO/MPN/09 Tahun 2020, tentang Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum Pemuda Pancasila yang telah ditetapkan oleh Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila.

“Untuk mencegah sesuatu hal yang tidak diinginkan, saya meminta kepada Ketua KPAD Kabupaten Bogor bisa langsung memberikan pernyataan permintaan maaf dalam konperensi pers ini dan kedepan agar bisa bekerjasama dan bersinergi dengan BPPH PP Kabupaten Bogor,” papar Yunus.

Yunus melanjutkan, dengan kehadiran BPPH PP ini sangat membantu masyarakat, khususnya pelayanan membantu dan tanpa pandang bulu, tanpa melihat materi beberapa kali melakukan bantuan hukum ini selalu berhasil dengan baik.

Ditempat yang sama, Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Jopie Gilalo menyatakan permintaan maafnya terhadap BPPH PP Kabupaten Bogor atas perkataannya yang kurang baik.

“Saya menyatakan permintaan maaf dengan setulus-tulusnya tanpa niat apapun terhadap MPC PP dan BPPH PP khususnya terhadap Kusnadi dan YM. Pambudianto,” pintanya.

Jopie melanjutkan, mungkin ini suatu hikmah atas kejadian beberapa waktu yang lalu di kantor kami.

“Disini saya mendapatkan pencerahan, bahwa Pemuda Pancasila kini, sangat jauh berbeda dengan yang dahulu,” katanya.

Jopie berharap, kedepan BPPH PP Kabupaten Bogor dapat bermitra dengan KPAD Kabupaten Bogor.

“Dengan kejadian seperti ini, saya jadi punya pengalaman dalam memandang orang, karena memang selama 10 tahun ini saya bekerja sebagai Dosen dan sudah lama tidak beracara,” ucap Jopie.

Sementara itu Ketua BPPH PP Kabupaten Bogor, YM. Pambudianto yang biasa disapa Hatma, telah memberikan maaf sejak kejadian di kantor KPAD Kabupaten Bogor.

“Ketika ditempat kejadian saya sudah memaafkan terhadap semua hal yang terjadi,” kata Hatma.

Menurut Hatma, saat ini sedang merubah image dengan hadirnya BPPH PP dengan personil 40 Advokat dan dibantu oleh rekan-rekan Paralegal dalam menjalankan visi dan misi agar di tiap Desa harus ada Pos Bakum (Bantuan Hukum).

“Satu kebanggaan untuk saya, pada saat memang kami terlihat menakutkan, saya senang, karena kami harus terlihat menakutkan untuk lawan-lawan kami,” ujarnya.

Kusnadi salah seorang anggota BPPH PP yang juga Wakil Ketua PBH PERADI Cibinong mengungkapkan, kedepan berharap kedepan kita bisa ‘duduk sama rata, berdiri tanpa raja’.

“Saya terima permintaan maaf dari Bapak Jopie selaku Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan saya juga minta maaf, bila ada kata-kata saya yang menyinggung perasaan Bapak,” kata Kusnadi

Dirinya menyatakan, bahwa permasalahan yang ada telah selesai.

“Dalam hal ini, kita bukan mencari kemenangan namun mencari kebenaran,” jelasnya.

Kusnadi berharap, semoga kedepan KPAD Kabupaten Bogor dapat memberikan perlindungan terhadap anak secara maksimal.

“Karena masih banyak anak di Kabupaten Bogor yang menunggu perlindungan KPAD Kabupaten Bogor,” tandasnya. (And)

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!