LPM Desa Cijujung Salurkan Dana Kompensasi Dampak Negatif TPAS Galuga

BogorPolitan – Cibungbulang,

Penyaluran dana kompensasi dampak negatif Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga dari Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor tahun 2020, yang terdampak langsung di Kampung Cisasak Rt 01 /07 Desa Cijujung, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Senin 23/11/2020.

Sebanyak 241 penerima yang berdasarkan hasil investigasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor juga berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Bogor, seperti diuraikan Nanang Hidayat sebagai perwakilan warga terdampak Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) dalam wawancaranya.

“Dana kompensasi tpa galuga dari pemerintah kota Bogor sebesar 340 juta sekian untuk 241 penerima yang berdasarkan hasil investigasi dari DLH dan itu juga berdasarkan SK Walikota Bogor, karena dalam perjanjian kerjasama TPA Galuga itu mempunyai mekanisme. Salah satunya adalah berdasarkan hasil kajian tim investihasi yang dibuat oleh Pemkot dan Pemkab Bogor dari hasil kajian itu, ya mungkin dari yang terdampak diwilayah Cijujung itu sekitar 241 KK,” katanya.

Penerima dana kompensasi menandatangani kuitansi bermaterai sejumlah Rp. 847.367.- namun yang diterima sebesar Rp. 423.000,- itu sesuai musyawarah ada warga lain yang belum kebagian, Nanang menambahkan.

“Nah persoalannya kenapa mereka menerima tidak sesuai dengan daftar data yang diajukan, karena berdasarkan musyawarah bahwa ada warga lain yang tidak misalnya tidak terdaftar dalam hasil kajian kita alokasikan,” tambahnya.

Pembagian dana kompensasi dilakukan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Cijujung.

“Ini memang dikelola oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat lalu kita juga ngecek dalam sebuah aturan dalam LPM bahwa kita boleh melakukan pembiayaan secara swadaya, sehingga berdasarkan musyawarah dengan warga terdampak kita ada kesepakatan-kesepakatan bahwa mereka yang diterima oleh mereka itu memang tidak sesuai apa yang dicantumkan dan kita memang diserahkan secara terbuka artian terbuka dengan data-data yang terbuka kwitansi dengan nilai-nilai yang terbuka, karena memang hal itu sudah kita komunikasikan,” urai Nanang.

Ditempat yang sama salah seorang anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Ahmad menerangkan, bahwa penerima dan konpensasi mendapatkan sebesar Rp. 423.300,-

“Keinginan kami untuk menindak-lanjuti hak masyarakat, intinya yang ditanggulangi lpm keinginannya untuk mengayomi hak-hak masyarakat yang terkena dampak juga, menurut saya sesuai aturan jumlah yang diterima itu nominal 423 ribu 3 ratus perak dari jumlah penerima 241,” pungkasnya. (M. Ilyas)

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!