Undang Paranormal, Pencarian Korban Hanyut di Ciampea Dilanjutkan

BogorPolitan – Ciampea,

Tim SAR, bersama Muspika Kecamatan Ciampea melakukan berbagai cara guna mencari jasad korban yang terggelam di Sungai Cisadane (Rabu 12/08/2020) bernama Mitahul Huda (18) warga Perumahan Grahatama Indah 5,
Jl. Bougenville Blok C 1 No 35 RT 03 RT 10, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Kamis 12/08/2020.

Hari kedua pencarian, selain dilakukan penyelaman oleh empat petugas dari Bazarnas, BPBD dan Damkar,
pencarian korban hanyut juga dibantu oleh tiga paranormal. Dengan melakukan ritual membakar dupa di sisi sungai.

Kepala Desa Ciampea, Suparman mengatakan pencarian hari kedua, dengan menggunakan perahu karet tim SAR melakukan penyelaman di area korban Mitahul Huda tengelam.

Area Leuwi Nangka di lokasi korban hanyut merupakan tempat yang dipercayai warga sangat Sakral.
Untuk itu, pihaknya meminta tolong kepada paranormal yang ada di Kampung.

“Selain di bantu Tim SAR, kita juga mengundang tiga paranormal untuk membantu evakuasi korban yang tenggelam,” ujar Kades.

Menurut informasi paranormal yang disampaikan ke Kades, korban masih berada didalam pusaran dan terjepit dibebatuan.

Tak hanya itu, saat malam hari ada informasi dari warga yang melihat sesosok jasad terapung di sungai. Karena arusnya deras, jasad tersebut cepat terseret arus sungai.

“Intinya, kita terus berusaha. Jika sampai pukul 17:30 WIB belum diketemukan juga, pencarian korban hanyut dihentikan dan dilanjutkan esok hari di area lain,” katanya.

Menurut Suparman, pihak keluarga korban juga sudah mengikhlaskan. Nanti ketika korban diketemukan, pihak keluarga meminta jasad korban tidak di bawa ke rumah sakit, akan tetapi langsung dikebumikan.

“Kemungkinan, korban oleh pihak keluarga bakal dimakamkan
di Kampung Tegal,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim penyelam dari Damkar Kabupaten Bogor, M. Ridwan mengaku, penyelaman dengan metode penyisiran ke dalam sungai sudah dua kali dilakukan. Hingga kedalaman lima meter, dengan kondisi arus deras dan banyak bebatuan, jasad korban sampai saat ini belum juga diketemukan.

“Jika melihat kondisinya, kemungkinan korban sudah terbawa arus sungai. Total penyelam ada empat orang dari BPBD Kota Bogor , Bazarnas dan Damkar dan karena cuaca yang tidak memungkinkan, pencarian akan dilanjutkan esok hari,” tukas Ridwan. (And)

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!