Bupati Bogor Kunjungi Lokasi Longsor

BogorPolitan – Kab. Bogor,

Bupati Bogor, Ade Yasin hari ini mengunjungi dua lokasi musibah di Bogor Barat, Desa Sukamulih dan Desa Wangunjaya.

Diinformasikan sebelumnya bahwa bencana longsor menerjang Desa Wangun Jaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Rabu (13/5) dini hari. Sebelum tanah longsor terjadi, hujan deras melanda kawasan Leuwisadeng dan sekitarnya. Tidak lama kemudian, tebing bukit yang berada di belakang Kampung Suruluk, Desa Wangun Jaya, tiba-tiba runtuh.

Longsor yang terjadi di Kp. Suruduk Desa Wangunjaya Kec. Leuwisadeng menyebabkan 14 rumah tertimbun dan seorang warga laki-laki usia 40 tahun hilang. Beruntung pada pukul 10.54 tadi warga yang hilang tersebut berhasil ditemukan oleh tim gabungan BPBD, TNI, kepolisian dan warga setempat, namun dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Ada 64 KK terdampak yang saat ini diungsikan di gedung sekolah dan sebagian rumah warga. Saya sudah instruksikan BPBD dan pemerintah setempat untuk segera menyiapkan tenda darurat, logistik dan kebutuhan yang diperlukan untuk para korban longsor.

Ade Yasin ikut prihatin atas musibah yang terjadi, serta mengajak masyarakat yang terdampak bencana agar bersabar dalam menghadapi ujian, terlebih di bulan Ramadhan serta dalam situasi pandemi Covid 19. Terjadi bencana longsor di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Bupati Bogor Ade Yasin menyebut permukiman di lokasi terdampak longsor sangat rawan. Penghijauan harus dilakukan, sebab ini rawan sekali. Di sebelah sini rawan, di sebelah sana juga kemungkinan rawan,” kata Ade Yasin di Kampung Suluduk, Desa Wangunjaya, Leuwisadeng, Rabu (13/5/2020).

Ade mengatakan longsor di Kampung Suluduk, Desa Wangunjaya, Leuwisadeng, dini hari tadi terjadi karena material tanah di atas gunung terkikis. Dia mengatakan ada 14 rumah warga yang hancur dan akses jalan terputus, bahkan mengakibatkan 1 orang meninggal dunia untuk warga yang terdampak akibat longsor ini, mereka sudah mengungsi ke rumah saudara dan tetangganya.

Untuk di sebelah gunung itu juga ada beberapa penduduk yang sudah dievakuasi untuk tidak tinggal di sana. Jaga-jaga ya, jangan sampai ada kejadian terulang, oleh karena itu lebih baik meninggalkan dulu rumahnya sementara waktu sampai kondisinya baik lagi,” jelas Ade

Ade mengungkapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah memberikan bantuan obat-obatan dan makanan ke warga Leuwisadeng, namun untuk merelokasi rumah warga yang hancur akibat longsor ini, kata Ade, belum akan dilakukan, kemudian untuk sementara dalam kondisi darurat disalurkan makanan dan obat – obatan, kemudian selanjutnya kita pikirkan bagaimana mengganti tempat tinggal mereka yang rusak.

“Total ada 14 rumah rusak berat dan sedang. Satu orang meninggal dunia atas nama Samsul.

Reporter : Elis

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!