Zona Merah Ditengah Pandemi Covid-19, Desa Sadengkolot Gunakan DD untuk Infrastruktur

Bogorpolitan – Leuwisadeng,

Kecamatan Leuwisadeng masuk kedalam area zona merah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), penggunaan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2020, diprioritaskan bagi penanggulangannya, dengan pola Padat Karya Tunai (PKT) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sesuai surat edaran Bupati yang mengacu pada Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Permendes-PDTT) nomor 6 tahun 2020, tentang perubahan atas Permendes-PDTT nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan Dana Desa.

Ironis, Desa Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng yang secara nyata berada dalam zona merah, menggunakan Dana Desanya lebih memprioritaskan kepada pembangunan insfrastruktur jalan hotmix dan betonisasi, dengan pagu BLT-DD terbesar Rp. 719.808.600,-, dengan jumlah 399 Kepala Keluarga penerima manfaat.

Diduga dalam pelaksanaan pembangunan nya, tanpa melalui musyawarah dengan pihak terkait, seperti diungkapkan Buhori, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sadengkolot, dilokasi hotmik Kampung Suka Rakyat, Kamis, 07/05/2020.

“Sebelum pelaksanaan pembangunan diwilayahnya, BPD belum pernah mengadakan rapat. Bahkan sebatas komunikasi baik secara internal dengan Kepala Desa, tidak ada, soal pembangunan kami tidak tahu, ada berapa titik atau volume, apakah hotmix atau betonisasi tidak tahu, Dana Desa tahap satu ini sepertinya lebih ke hotmix setau saya, di Rw 01 ada pengairan saja,” ucapnya dengan nada bingung.

Buhori menambahkan, dalam pelaksanaannya tampak abu-abu, karena pada saat rapat terdahulu, hanya pembahasan Covid-19.

“Diborongkan atau tidak kurang jelas bagi kami, bahkan untuk anggaran sendiri tidak tahu, banner kegiatan tidak ada, kami sebagai anggota BPD mengajak Ketua untuk duduk bersama Kepala Desa, tapi hanya diam saja. Hingga hari ini BPD sendiri belum pernah melakukan rapat atau diskusi, selama pemerintahan ini kami hanya pernah rapat diskusi dengan Pemdes baru sekali terkait Covid-19,” ungkapnya.

Bahkan lebih Ironis lagi pembangunan tersebut tidak diketahui oleh Soleh, Ketua RW 05, ketika ditanya tentang pembangunan yang sedang berjalan,

“Saya tidak tahu volume, serta besar anggarannya, untuk pekerjanya sendiri ada 2 orang warga yang dilibatkan, namun yang lainnya saya tidak kenal,” jelasnya singkat.

Reporter : M. Ilyas

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!