Kader Bogor Bersatu Jalin Silaturahmi di Wisata Situ Udik

Bogorpolitan – Cibungbulang,
Dalam rangka menjalin silaturahmi, mengikat tali persaudaraan dalam kebersamaan, Kader Bogor Bersatu (KBB) adakan pertemuan di salah satu wisata di wilayah Desa Situ Udik Kecamatan Cibungbulang, Minggu (27/01/2019).

Agenda pertemuan yang bertujuan untuk saling mengenal satu sama lain sesama anggota itu, di ikuti parakader yang siap setiap saat membantu masyarakat khususnya warga miskin atau membutuhkan.

Euis Nurhayati mengatakan, KBB adalah wadah yang yang berisi kader-kader kesehatan yang siap setiap saat membantu masyarakat khususnya warga miskin yang membutuhkan. Baik itu pendampingan ke rumah sakit yang terkolesi dengan semua steakholder di Kabupaten Bogor, mulai dari tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten,” ungkap wanita yang akrab disapa Mbu itu kepada wartawan.

Menurutnya, pertemuan ini selain bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan sesama rekan juga sekaligus untuk musyawarah kepengurusan susunan, yang lebih utama kita kompak nya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ikrom senior di KBB menjelaskan, Kader Bogor Bersatu ini berasal dari seluruh kader kesehatan yang berada khususnya di Kabupaten Bogor.

“Berasala dari seluruh kader yang sering kali kita ketemu di rumah sakit, dengan berbagai persoalan,” jelasnya.

Menurutnya, karena seringnya kita bersama, kenapa kita tidak membuat wadah yang nantinya bisa lebih intens berdiskusi dan bermusyawarah sebagaimana keluarga.

“Kekeluargaan lebih kami utamakan dari pada hal lain, serta menjalin hubungan emosional, lebih akrab. Bahkan dengan adanya KBB ini kami sedang membuat program-program kedepan yang sedang kami susun dengan azas kekeluargaan,” pungkasnya.(JE)

Kompetisi Futsal Warnai Milad Dasa Semesta Ke-18

Bogorpolitan – Kota Bogor.

Dalam rangka memperingati Milad yang ke 18 Tahun 2019, Yayasan Dasa Semesta, gelar kompetisi futsal tingkat Siswa Sekolah Dasar (SD) Se Kecamatan Bogor Selatan. Kompetisi futsal ini digelar di lapangan futsal Sekolah Dasa Semesta, Pamoyanan, Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat, 26/1/2019.

H.Hasan Zainal Abidin Ketua Pembina Yayasan Dasa Semesta, menjelaskan kepada wartawan Bogorpolitan bahwa, kompetisi futsal yang sudah dilewati itu menjadi agenda rutin tahunan yayasan ini, dengan tujuan melakukan pembinaan sportifitas, menjaring bibit siswa berprestasi dalam bidang olah raga, khususnya futsal.

“Acara kompetisi futsal yang di ikuti oleh dua puluh empat grup futsal dari tingkat Sekolah Dasar”, tambahnya.

Hasan berharap selesai kompetisi futsal tingkat siswa Sekolah Dasar (SD) tersebut dapat dilanjutkan kembali dengan kompetisi futsal tingkat siswa Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Tsanawiyah.

Reporter : Lis

O2SN menjadi wadah dalam mencari bibit siswa berprestasi

Bogorpolitan – Kota Bogor,

Dengan mengusung tema “Junjung Tinggi Sportifitas Untuk Menjadi Yang Terbaik”, kemudian Bapopsi Bogor Utara, K3 S Bogor Utara dan KKG PJOK menyelenggarakan seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Olahraga Tradisional tingkat Kecamatan Bogor Utara, yang diikuti oleh kurang lebih 1000 peserta dari 40 sekolah SD Negeri dan Swasta yang ada di Kecamatan Bogor Utara, kegiatan diselenggarakan selama 14 hari, bertempat di SDN Bantarjati 8, Kota Bogor. Demikian disampaikan Ketua Panitia, Kasi Handoyo.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mencari bibit generasi handal terutama dalam olahraga, kemudian mengenalkan permainan tradisional, walaupun jaman serba canggih dan serba modern, sehingga bisa diakses melalui gadget, tetapi untuk yang tradisional jangan dilupakan,” ucap Kasi.

Untuk O2SN ada 10 cabang olahraga yang  dipertandingkan, diantaranya Atlet bulu tangkis, tenis meja, tenis meja, voli mini, sepak bola, karate, pencak silat, renang dan catur kemudian untuk olahraga tradisional ada 4 cabang yang dipertandingkan meliputi hadang, egrang, dengungan dan terompah.

“Untuk juara umum kegiatan O2SN diraih oleh SDN Cibuluh 1 yang udah 2 tahun berturut turut, kemudian tahun ini meraih kembali trophy tersebut yang akhirnya bisa menjadi trophy tetap yang di boyong SDN Cibuluh 1,” tambah Kasi.

Kasi berharap agar kegiatan ini bisa menjalin silaturahmi dan persatuan dan kesatuan diantara sekolah dasar se-Kecamatan Bogor Utara, baik itu Negeri maupun swasta, kemudian menjadi wadah dalam menjaring siswa.

“Alhamdulillah Bogor Utara sudah dua tahun berturut turut menyabet trophy bergilir tingkat Kota, kemudian diharapkan tahun ini bisa mempertahankan trophy tersebut,” pungkas Kasi. (Is)

Lima Jabatan Eselon II Kota Bogor Akan Dilelang

Bogorpolitan – Kota Bogor,

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah membuka pendaftaran lelang jabatan atau open bidding untuk mengisi kekosongan lima kursi jabatan eselon II. Panitia Seleksi (Pansel) mulai membuka seleksi terbuka itu pada Kamis 24/1/2019 hingga Kamis, 14 Februari 2019.

Lima jabatan yang dilelang yakni Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA), Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim), serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarif Hidayat menyatakan, perekrutan kali ini juga tidak hanya ditujukan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot saja, melainkan se-Jawa Barat. “Saya juga sudah membuat surat kepada seluruh Sekda di Jawa Barat untuk menginformasikan siapa gerangan barangkali ada keinginan untuk ikut serta dalam open bidding di Kota Bogor,” ujar Ade, Jumat (25/1/2019).

Ia menambahkan, open bidding ini dibuka untuk mencari orang yang mau dan mampu mengisi kursi jabatan tinggi pratama. “Open bidding dibuka selama dua minggu atau 14 hari kerja sesuai ketentuan pendaftaran. Untuk pendaftaran disiapkan tempat yang representatif. Saat daftar, semua persyaratan dicek langsung dan dinyatakan lulus administrasi tanpa ditunda,” kata Ade.

Dalam hal ini, lanjut Ade, sedikitnya harus ada sebanyak 20 calon peserta yang mendaftar. Sebab, dari lima jabatan tersebut nantinya akan diambil empat besar dari masing-masing jabatan. “Jadi minimal harus ada 20 orang yang ikut seleksi. Satu jabatan minimal diikuti oleh empat orang. Kalau lebih sangat bagus,” tuturnya.

Menurut Ade, Pansel berasal dari akademisi, Pemprov Jawa Barat dan Kemenpan Reformasi Birokrasi. Hal itu dilakukan agar open bidding lebih objektif.

Sementara itu, Sekretaris BKPSDA Kota Bogor Dani Rahadian mengaku, hingga saat ini belum ada calon peserta yang mendaftar untuk kelima jabatan tersebut. Menurut dia, hal ini terjadi karena pendaftaran tersebut baru dibuka satu hari.

“Sampai sekarang belum ada yang daftar. Coba kita lihat mungkin Senin (28/1/2019) semoga sudah ada pendaftar,” tandas Dani. (Red)

Walikota Bogor Resmikan Bus Sekolah

Bogorpolitan – Kota Bogor,

Walikota Bogor, Bima Arya telah meresmikan beroperasionalnya Bus Sekolah di Kota Bogor. Diawal pelaksanaannya, Dinas Pendidikan bersama Dinas Perhubungan Kota Bogor menyediakan dua unit bus dengan prioritas angkut siswa kurang mampu pemegang kartu khusus yang disediakan oleh Disdik melalui sekolah, Jumat (25/01/2019).

Rute perdana yang dilintasi bus sekolah antara lain Jalan Raya Semplak, Jalan Semeru, Jalan Merdeka, Jalan Gunung Batu, Bubulak, Jalan Cifor dan berakhir di SMP Negeri 14 Kota Bogor.

“Sementara, baru dua unit bus sekolah. Saya minta dari awal kepada Disdik dan Dishub untuk mengkomunikasikan dengan semua supaya pelaksanaannya efektif, baik dengan organda hingga rekan-rekan transportasi lainnya supaya tidak menimbulkan persoalan,” ungkap Bima usai menjajal rute perdana dan berakhir di SMPN 14 Bogor itu.

Bima menambahkan, target peluncuran bus sekolah tersebut selain diharapkan bisa mengurangi kemacetan pada jam sekolah, juga untuk meringankan beban ongkos transportasi siswa kurang mampu.

“Dari sekitar 400 sekolah SMP dan SMA/SMK yang ada di Kota Bogor, baru dibagikan 300 kartu bus sekolah kepada siswa yang menjadi prioritas. Kartu tersebut merupakan akses naik bus sekolah gratis. Nanti penerima kartu akan naik bertahap seiring dengan penambahan jumlah bus. Mudah-mudahan berjalan lancar. Kita evaluasi terus,” jelasnya.

Bima juga meminta agar dinas terkait memastikan program bus sekolah berjalan dengan baik dan lancar kedepannya. “Saya titip betul, dipastikan bisa berjalan dengan baik. Mungkin seminggu pertama harus ada pendampingan khusus, seperti tadi masih ada siswa yang terlewat, ada beberapa yang belum pakai kartu. Jadi tidak boleh naik kalau tidak ada kartunya. Karena ini janji kita juga kepada Organda dan rekan-rekan transportasi lainnya supaya betul-betul jelas yang naik tidak bisa sembarang orang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga tampak berbincang dengan para pelajar di dalam bus. Salah satunya Sindi. Siswi kelas VIII SMPN 14 Bogor itu mengatakan bahwa ia bersama teman-temannya sangat menikmati fasilitas baru yang dihadirkan Pemkot Bogor itu.

“Ini pertama kali ke sekolah naik bus. Menguntungkan juga karena gratis, jadi uang yang harusnya buat ongkos bisa buat nabung. Terus nyaman, aman, pastinya nggak ngetem kayak angkot. Bisa sosialisasi juga sama sekolah lain, jadi bagus ini,” ungkap Sindi.

Senada dengan Sindi, salah satu pelajar lainnya, yakni Fajar, mengungkapkan bahwa program Bus Sekolah membuat dirinya terbantu, terutama dari sisi ekonomi. “Saya di kasih uang jajan Rp10 ribu per hari. Untuk ongkos saja sudah habis Rp6 ribu per hari. Jadi ada bus sekolah sangat membantu,” terang Fajar.

Sementara itu, Kepala SMPN 14 Kota Bogor Ajat Sudrajat mengapresiasi langkah dari Pemkot Bogor dengan meluncurkan bus sekolah. “Kami terima 4 kartu dari Dinas Pendidikan dan sudah berikan ke siswa kurang mampu berdasarkan skala prioritas pengguna bus sekolah. Semoga kedepannya, bisa lebih banyak lagi kartu yang dibagikan karena mayoritas yang sekolah di sini merupakan siswa dari keluarga kurang mampu,” pungkasnya. (Is)

Maman : Klinik Akademik Harus Diadakan Sebelum USBN

Bogorpolitan – Kota Bogor,

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang akan dilaksanakan bulan April mendatang, nampaknya tengah dipersiapkan secara matang oleh Dinas Pendidikan Kota Bogor, diantaranya diberikan pembekalan pemantapan menuju USBN.

Maman Suherman, Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Bogor menjelaskan bahwa, dalam pelaksanaannya ada beberapa hal yang harus diperhatikan, mulai dari memaksimalkan pembelajaran mata pelajaran USBN lalu memberikan standarisasi nilai sekolah atas nilai yang diraih siswa, kemudian dievaluasi per dua bulan, setelah itu ada klasifikasi untuk hasil penilaian tersebut, mulai dari masuk daftar rating atas, menengah dan bawah, sehingga nantinya bisa diberikan klinik akademik bagi siswa untuk memaksimalkan nilai saat pelaksanaan USBN.

“Sekolah-sekolah bisa menyiapkan klinik dengan pembimbing akademik agar bisa menganalisa nilai siswa dengan metode tes diagnostik terhadap kegiatan belajar dengan meramu materi pembelajaran yang mirip dengan soal UN,“ harapnya.

“Nantinya jika ada pemetaan tes diagnostik akan klasifikasi nilai, setelah itu akan diketahui sakitnya nilai itu terletak dimana kemudian diberikan pengobatan akan kekurangan pada nilai siswa tersebut agar bisa menjadi maksimal,” tambah Maman.

USBN tahun ini diharapkan berjalan lancar, dan bisa meraih nilai diatas standarisasi nilai yang diterapkan. (Dre)

Pelayanan Perdana Samsat Kab. Bogor

Bogorpolitan – Kab. Bogor,

Kantor Samsat Kabupaten Bogor yang sebelumnya bertempat di Komplek Pemda Cibinong, kini pindah ke Gedung Bapenda Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah Provinsi Wilayah Kabupaten Bogor, Jl. Raya Jakarta – Bogor KM. 50 Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kab. Bogor.

Posisi kantor yang tepatnya bersebelahan dengan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kab. Bogor ini, memulai pelayanan perdananya pada Senin 21/01/2019.

Saksikan videonya 👆👆👆

Jangan lupa Subscribe yaaa….

Siswa SMKN 3 Bogor Ikuti Indonesia Revoride Expo 2019

Bogorpolitan – Kota Bogor,

SiswaSMKN 3 Bogor telah mengikuti kegiatan Indonesia Revoride Campus Expo 2019 yang di gelar di Harmoni, dengan mengirimkan 70 orang siswa kelas 12 pada kegiatan tersebut, didampingi Waka Kesiswaan dan Guru Bimbingan Konseling (BK).

Altingiana Ayuningsih yang akrab disapa Ayu selaku guru BK SMKN 3 Bogor menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan perencanaan karir kepada siswa untuk memilih perguruan tinggi yang mereka minati, kemudian membuka wawasan siswa tentang pengetahuan atas ilmu yang dipelajari di sekolah pada masing-masing jurusan.”Jelasnya

Adapun materi yang disampaikan meliputi cara memotivasi agar mereka tidak hanya menjadi pelaksana tetapi bisa memanage juga atas kemampuan serta keahlian yang dimiliki sehingga mereka bisa melanjutkan setelah lulus nanti maupun bekerja bahkan. Tambah Ayu

Ayu berharap kegiatan bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan siswa serta memotivasi mereka akan proses panjang setelah mereka lulus kelak dengan bekal keahlian yang dimiliki, lalu menjadi generasi bangsa yang handal aktif, kreatif dan inovatif serta berguna bagi Nusa dan Bangsa. (Iza)

Direksi PT Sepatu Bata Tbk Kembali Mangkir

Bogorpolitan – Jakarta Selatan,

Sidang perkara yang terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor :  859/Pdt.G/2018/PN JKT.SEL pada 2 November 2018, berlanjut. Sidang gugatan perbuatan melawan hukum yang dilakukan 4 (empat) orang karyawan PT. Sepatu Bata Tbk ini telah memasuki tahapan mediasi yang ke-dua. Para tergugat dalam hal ini 3 (tiga) orang Direksi PT. Sepatu Bata Tbk, tidak tampak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 21/01/2019.

Sebagaimana arahan Hakim, mediasi pada sidang minggu lalu melalui kuasa hukumnya selaku pihak principal tergugat dalam mediasi, para pihak diminta hadir guna menyelesaikan permasalahan dan mendengarkan dari semua pihak. Namun hanya terlihat pihak penggugat bersama kuasa Hukumnya yg hadir dalam mediasi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kuasa Hukum pihak penggugat Kusnadi SH. MH. menyampaikan, sepatutnya para direksi hadir selaku pihak yang tergugat dan tidak mengabaikan panggilan Pengadilan.

“Para tergugat sepertinya tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah secara mediasi dan cenderung mengabaikan panggilan pengadilan,” tegas Kusnadi yang biasa dipanggil Bang Kus.

Sidang dilanjutkan 1(satu) minggu kedepan untuk mediasi kembali dan hakim mediasi meminta agar para principal hadir untuk beritikad baik  dalam menyelesaikan permasalahan secara musyawarah.

Jelang Pemilu 2019 Polsek Bogor Selatan Gencar Lakukan Patroli

Bogorpolitan – Bogor Selatan,

Sebagai upaya untuk turut menciptakan keamanan kenyamanan bagi masyarakat jelang Pemilu Pilpres dan Pileg mendatang, Polsek Bogor Selatan  gencar melakukan kegiatan patroli siang malam diwilayah hukumnya,  sekaligus juga  memberikan himbauan kepada masyarakat, seperti yang dikatakan Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Riyanto, diruang kerjanya, Sabtu (19/1/19).

“Kami terus melakukan Patroli siang malam, hal itu sebagi upaya mengantisifasi hal hal yang tidak di inginkan yang dapat merusak pesta demokrasi pemilu nanti, dan kami juga terus memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing ataupun terprovokasi oleh isu isu yang dapat memecah belah bangsa. Oleh karenanya kami mengajak kepada masyarakat untuk saling menghargai satu sama lain atas hak individu seseorang dalam menentukan pilihannya, agar dapat terciptanya pesta demokrasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Adapun himbauan ini kami sampaikan dalam setiap kegiatan kemasyarakatan, diantaranya usai melaksanakan sholat jumat”, terang Kapolsek Riyanto.

Selain itu Kapolsek Riyanto,
juga menghimbau kepada masyarakat, bilamana ada orang ataupun sekelompok orang yang dianggap sebagai provokator, agar segera melaporkan ke pihak yang berwajib, dengan tidak main hakim sendiri. Kegiatan ini akan terus kami lakukan sampai jelang Pemilu nanti, tentunya kami terus menjalin koordinasi dengan pihak pihak terkait lainnya”, imbuhnya.

“Kegiatan patroli cipta kondisi pemilu yang dilakukan pihaknya, hal itu dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta mampu menciptakan suasana pesta demokrasi yang harmonis dan  sukses tanpa ekses”, harap Kapolsek Riyanto.

Reporter : Anwar

Burhan ; Jabatan Sekda, Alhamdulillah dan Innalilahi

Bogorpolitan – Cibinong,

Bupati Bogor, Hj Ade Yasin telah melantik Burhanudin dengan Jabatan Sekda Kabupaten Bogor menggantikan Adang Suptandar, yang turut dilantik pula menjadi Pejabat Fungsional Ahli Utama. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Serbaguna I Kompleks Pemerintahan Cibinong Kabupaten Bogor, dihadiri oleh kepala dinas pada lingkungan Pemkab Bogor dan Camat se Kabupaten Bogor, Jumat 18/01/2019.

Hj. Ade Yasin dalam sambutannya mengatakan bahwa fungsi sekda sangat strategsi dan tidak bisa dibiarkan kosong dalam waktu lama ataupun diganti oleh pelaksana tugas yang wewenangnya terbatas. Oleh karena itu Burhanudin dinilai mampu melakukan penyusunan kebijakan daerah, pengkordinasian pelaksanaan tugas perangkat daerah dan pemantauan evaluasi pelaksanaan program pemerintah daerah.

“Alasan pemilihan pak Burhan karena dia memenuhi kapasitas, cakap dan sekda itu sebagai fungsi koordinator harus lues dan diterima oleh semua pihak. Dia sangat lues. Dan saya rasa Pak Burhan memenuhi itu”, jelas Ade.

“Jabatan Sekda yang diemban Burhanudin walaupun hanya tiga bulan, namun tetap harus mempersayaratkan kemampuan manajerial yang mumpuni, dengan panguasaan sistem yang baik serta koordinasi dengan seluruh perangkat daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maupun instansi vertikal di lingkungan Pemkab Bogor untuk mencapai visi misi yang sudah disusunnya. Walaupun jabatannya sebagai Sekda sementara, namun diharapkan dapat membantu menjalankan reformasi birokrasi dalam menyelesaikan program panca karsa”, tambah Ade Yasin.

“Dengan tujuan dapat membangun lembaga birokrasi yang kuat dan profesional serta responsif terhadap perkembangan yang terjadi di masyarakat. Keberadaan fungsi auditor juga agar prgram pancakarsa yang ingin mendidik kepala desa dalam menyusun laporan keuangan dan laporan program kerja”, tandas Ade Yasin.

Ditempat yang sama Burhanudin selaku Sekdakab yang baru dilantik mengatakan bahwa jabatan yang diembannya sangat tidak mudah, dalam kurun waktu tiga bulan ini saya tidak bisa santai tetapi harus berlari untuk membantu program Bupati dan Wakil Bupati Bogor, maka harus segera dibuat RPJMD mengingat visi misi terkait program Pancakarsa itu harus masuk dalam RPJMD yang kemudian harus disosialisasikan terkait payung hukumnya.

“Saya akan melanjutkan berbagai program strategis yang sudah dilakukan Sekda yang lama, terutama untuk sektor pembangunan harus berkesinambungan dan saya akan menjaga amanah ini, kemudian menjalankan program kerja secara maksimal”, Ucap Burhan.

“Atas jabatan ini saya mengucapkan Alhamdulillah dan Innalilahi, artinya saya mengucap syukur Alhamdulillah atas amanah ini, kemudian Innalilahi karena saya selama tiga bulan ini harus berlari agar bisa mengimplementasikan program serta visi misi Bupati Bogor terkait Panca Karsa”, ucap Burhan.

Pada bagian lain, Adang Suptandar mengucapkan selamat atas dilantiknya Burhanudin sebagai Sekda baru di Kabupaten Bogor.

“Saya percaya bahwa Sekda yang baru dapat melanjutkan program kerja Sekda yang lama, mengingat sepak terjang Burhanudin sangat bagus dan mumpuni dalam mengemban amanah serta mampu mewujudkan program Pancakarsa Bupati Bogor sehingga bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat”, pungkas Adang.

(Is)

Walikota Bogor Bagikan 100 Sertifikat Secara Simbolis Didampingi Kepala BPN Kota Bogor

Bogorpolitan – Kota Bogor,

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyerahkan 100 sertifikat hak milik secara simbolis dari 1.000 sertifikat untuk masyarakat Kecamatan Bogor Selatan dan Kecamatan Bogor Barat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018 di Lapangan Bola Genteng, jalan Raya Sukamanah, RT 01/RW 01, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Dalam kegiatan tersebut, Bima didampingi Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bogor Ery Juliani Pasoreh, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, Dandim 0606 Kota Bogor Letkol CZI Aji Sujiwo, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor Yudi Indra Gunawan dan para Kepala OPD di lingkungan Pemkot Bogor serta para aparatur wilayah setempat.

Kepala BPN Kota Bogor Ery Juliani Pasoreh mengatakan, Kota Bogor sudah tiga kali melakukan kegiatan penyerahan sertifikat hak milik ini. Dari total 47 ribu bidang, saat ini pihaknya sudah membagikan sekitar 17 ribuan sertifikat telah dibagikan kepada warga di Kota Bogor. “Untuk sisanya ada sekitar 30 ribuan yang belum kita bagikan. Selanjutnya proses ini akan dibagikan secara bertahap setiap minggunya,” ungkap Ery..

Ery melanjutkan, BPN Kota Bogor di tahun 2019 ini telah menargetkan sebanyak 65 ribu bidang tanah pada program PTSL telah tersertifikasi. Seluruh kegiatan PTSL sudah dibiayai pemerintah dan masyarakat hanya cukup membayar Rp 150 ribu untuk memenuhi beberapa persyaratan, sesuai SK bersama tiga menteri yang juga dituangkan dalam Peraturan Wali (Perwali) Kota Bogor Nomor 64 Tahun 2017.

“Target tahun 2019 ini ada sebanyak 65 ribu bidang tanah yang sudah tersertifikasi. Jadi di tahun 2019 ini Kota Bogor sudah sepenuhnya lengkap warga memiliki sertifikat. Hal ini juga sudah di launching oleh Kementerian ATR/BPN RI beberapa waktu lalu,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, Wali Kota Bogor, Bima Arya menambahkan, karena PTSL merupakan program dari pemerintah pusat jadi semuanya harus berjalan dan dikawal dengan baik oleh pemerintah daerah.

“Ini program tujuannya baik, dilaksanakannya harus baik supaya hasilnya baik. Saya minta untuk memperbaiki pelaksanaan tahun lalu karena banyak hal yang harus dibenahi. Pertama sosialisasi harus maksimal sehingga warga paham ini programnya siapa, ditargetkan untuk apa, dan prosedurnya bagaimana,” kata Bima.

Selain itu, Bima juga berpesan agar warga memahami setiap prosedur dari program PTSL ini, khususnya hal yang berkaitan dengan regulasi seperti tidak boleh adanya pungutan liar (pungli) dan sebagainya.

“Warga harus tahu pada program ini warga harus mengeluarkan sejumlah uang sebesar Rp 150 ribu. Pada tahun ini juga Kelompok Masyarakat (Pokmas) tidak lagi menjadi pelaksana karena di tahun sebelumnya kita sudah evaluasi banyak ditemukan persoalan,” jelas Bima. (Red)

BPKAD Kota Bogor Bakal Bangun Gudang untuk Simpan Aset Pemkot

Bogorpolitan – Kota Bogor,

Badan Pengelolaaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor berencana membangun gudang penyimpanan aset milik Pemkot Bogor. Rencananya, gudang tersebut akan dibangun menggunakan APBD perubahan.

Kepala BPKAD Kota Bogor Anggraeni Iswara mengungkapkan, awalnya gudang aset tersebut akan dibangun menggunakan APBD murni 2019, namun belum bisa terealisasi sehingga akan diusulkan kembali pada anggaran perubahan.

“Gudang aset akan dibangun dalam konsep indoor dan outdoor. Bentuknya menyerupai hanggar dengan luas kurang lebih 1000 meter persegi. Gudang ini nantinya digunakan untuk menampung dan menyimpan aset-aset milik Pemerintah Kota Bogor, baik kendaraan maupun meubelair,” ujar Anggraeni.

Menurut dia,ketika ada aset Pemkot Bogor yang rusak dan sudah dilaporkan kepada WaliKota, maka aset tersebut akan ditarik dan disimpan di gudang sambil menunggu penghapusan.

“Terkait penghapusan aset ini membutuhkan waktu cukup lama. Proses penghapusan tidak sederhana karena harus melalui penilaian dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). KPKNL dalam menjalankan tugasnya tidak hanya melayani Kota Bogor tetapi juga melayani 4 wilayah lainnya, seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi serta Cianjur,” jelas dia.

Artinya, lanjut dia,dalam proses penghapusan Kota Bogor menyesuaikan dengan jadwal KPKNL, mulai dari penilaian, penghapusan sampai lelang yang juga dilakukan oleh KPKNL. “Inilah sebabnya kenapa ada barang atau aset yang menumpuk di SKPD. Karena ya itu tadi proses penghapusan yang membutuhkan waktu yang cukup lama,” tegasnya.

Kalau Pemerintah Kota Bogor sudah memiliki gudang, maka tidak perlu menunggu proses tersebut. “Aset rusak yang ada di SKPD ditarik dulu ke gudang dan kami yang bertanggung jawab mengurus proses pengembangannya. (Red)

Sidak Pelayanan e-KTP, Bima Arya: Jangan Main-main dengan Pelayanan Warga

Bogorpolitan – Kota Bogor,

Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Jalan Pandu Raya, Bogor Utara, Kota Bogor.

Sidak tersebut dilakukan Bima Arya untuk menjawab banyaknya keluhan warga mengenai lamanya proses pencetakan e-KTP hingga adanya dugaan pungutan liar.

Di tengah rintik hujan yang mengguyur Kota Bogor sejak pagi, Bima Arya tiba di Disdukcapil sekitar jam 10.30 WIB. Tanpa basa-basi, ia kemudian mengecek ke setiap ruangan demi ruangan untuk memastikan tidak adanya orang lain selain petugas di dalam ruangan.

Kemudian Bima Arya meminta kepada semua pegawai keluar ruangan untuk dimintai penjelasan mengenai kondisi sebenarnya. “Saya masih menerima keluhan dari warga soal persoalan warga mengurus e-KTP. Apa yang sebetulnya terjadi? Cuma ada dua kemungkinan. Pertama, persoalan yang tak bisa kita selesaikan karena terkait sistem dari pusat. Atau kedua, ketidakmampuan kalian untuk melayani warga dengan lebih baik,” ungkap Bima di hadapan puluhan pegawai Disdukcapil.

Bima Arya pun mengutarakan kemarahannya ketika ada banyak warga yang mengadu melalui sosial media dan pesan singkat ke ponselnya bahwa ada permainan oknum di Disdukcapil yang diduga melakukan pungutan liar untuk memuluskan pencetakan e-KTP.

“Ada yang sudah bertahun-tahun belum jadi. Saya jelaskan bahwa persoalannya adalah blanko dari pusat yang dikirim terbatas. Tapi dibantah dengan cepat oleh warga yang bilang temannya, tetangganya bayar sekian, selesai lebih cepat. Saya ingin pastikan apa yang terjadi di sini,” tandasnya.

Bima berjanji akan membongkar dugaan pungli tersebut karena menurutnya keluhan warga tersebut merupakan persoalan yang sangat keterlaluan jika benar dilakukan oleh ASN. “Tragis sekali. Masa yang kayak begini saja dibisniskan. Ini terlalu menurut saya. Indikasi oknum ada. Kenapa bisa lambat? Kalau tidak malas, ya berarti ada permainan. Siapa yang melakukan? Saya akan telusuri terus. Bisa ada keterlibatan orang dalam, atau bisa juga ada paksaan dari pihak luar dan yang di dalam tidak menerima uang. Saya minta ditelusuri ini semua,” jelas Bima.

Bupati dan Wakil Bupati Bogor Gelar Rapat Minggon Rebo Keliling di Kecamatan Cisarua

Bogorpolitan –  Cisarua

Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban, Bupati Hj. Ade Yasin dan Wabup H. Iwan Setiawan memulai kembali progam Rebo Keliling (Boling) perdana yang dilaksanakan di Gedung Smesco, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu 16/01/2019.

Seperti yang sudah dicanangkan pada kampanye sebelumnya, Ade Yasin dan Iwan Setiawan akan mewujudkan “Pancakarsa” yang menjadi program andalan seperti, sumbangan masjid senilai 50jt, pembuatan GOR mini, penanganan sampah, bedah kampung yang kumuh seperti yang sudah dilakukan di Bojonggede dan Citereup serta menaikkan honor perangkat RT dan RW yang naik  Rp.100.000,-.

Rapat Minggon Rebo Keliling perdana yang dihadiri para Kepala Dinas, Kepala Desa, perangkat RT dan RW, Tokoh masyarakat dan masyarakat Kecamatan Cisarua.

Rakhmat Hamami, Kepala Desa Cibereum mengatakan, masyarakat sangat antusias menghadiri acara Minggon ini.

“Acara ini sudah lama ditunggu-tunggu, karena memang sudah cukup lama tidak ada. Hal ini sangat dimanfaatkan oleh masyarakat karena bisa berinteraksi langsung dengan Bupati dan Wabup” ujar Hamami.

Selain berinteraksi langsung dengan Bupati dan Wabup, masyarakat juga memanfaatkan adanya stand dari Disdukcapil untuk pembuatan Akte Kelahiran.
(And)

error: Content is protected !!